Literasi Edukasi

Menghiasi Pribadi dengan Berbaik Sangka dan Beramal Saleh


 

A. Mari Renungkan

Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhirat.  

Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal  saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan  amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah  yang membutuhkannya.  

Wahai generasi muslim yang cerdas, setiap amal saleh yang kalian lakukan  akan mendapat balasan berupa pahala dari Allah Swt. Sekecil apapun amal  kalian sungguh Allah Swt. akan membalas dengan seadil-adilnya. Janganlah  kalian meremehkan amal saleh yang kelihatannya kecil dan sederhana seperti  tersenyum saat bertemu dengan teman di sekolah. Sebab nilai amal terletak pada  keikhlasannya bukan banyak atau sedikitnya. Sedangkan yang mengetahui kadar  keikhlasan hanya Allah Swt. semata.

Tanamkanlah dalam diri kalian semangat untuk beramal saleh. Jadikanlah  diri kalian sebagai pribadi yang berakhlak mulia. Berbaik sangkalah kepada Allah  Swt. bahwa Allah Swt. akan selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang saleh.  Sudah siapkah kalian selalu beramal saleh mulai sekarang? 

Renungkanlah, banyak kekacauan dan pertikaian terjadi akibat buruk  sangka. Sungguh buruk sangka adalah perilaku tercela yang harus kita hindari.  Berbaik sangka akan menjadikan hidup kita tenang, nyaman, dan harmonis.  Bukankah hal ini impian setiap orang?. Oleh karena itu, mari kita membiasakan  diri berbaik sangka dalam kehidupan sehari-hari.

B. Mutiara Khasanah Islam

1. Mari Memahami Amal Saleh

Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui  pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3  berikut ini: 

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk  kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)

Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu : 

1) beriman kepada Allah Swt. 

2) beramal saleh atau amal kebajikan 

3) saling menasihati untuk kebenaran 

4) saling menasihati untuk kesabaran

Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an  serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan  tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka  keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang  benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus  dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan  yang benar.  

Kebalikan dari amal saleh adalah amal sayyi’ah, yaitu amal yang  mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain. Sungguh rugi  seseorang yang berbuat buruk di dunia ini, padahal dunia ini adalah ladang amal  untuk kehidupan akhirat. Setiap amal baik atau buruk meskipun sangat kecil tetap  akan mendapat balasan yang adil dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman  Allah Swt. dalam surat az-Zalzalah/99: 7-8 : 

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

“ maka siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah (biji  sawi), niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7). Dan siapa yang mengerjakan  kejahatan seberat zarrah (biji sawi), dia akan melihat (balasan)nya.” (Q.S. az Zalzalah/99: 7-8)

Suatu amal saleh akan sah jika memenuhi syarat sebagai berikut:

a. Amal saleh dilakukan dengan mengetahui ilmunya. 

b. Amal saleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah Swt.

c. Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan petunjuk al-Qur’an  dan Hadis. 

Pernahkah kalian melihat orang atau temanmu beramal, tetapi sedikit sekali?  Janganlah kalian meremehkannya atau menghina karena sedikit amalnya. Sebab  nilai sebuah amal tidak semata-mata tergantung banyak atau sedikitnya, tetapi  juga terletak pada keikhlasannya. Sedangkan nilai keikhlasan amal seseorang  hanya Allah Swt. yang mengetahui. Allah Swt. mencintai seorang hamba yang  beramal secara terus-menerus meskipun sedikit. Memang yang paling baik adalah  beramal banyak serta ikhlas, dan dilakukan terus menerus. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda :

“ Dar Abu Dzar Jundub Bin Junadah r.a. berkata: Nabi s.a.w. bersabda  kepadaku: “janganlah sekali-kali kamu mencemooh perbuatan baik seberapa  pun kecilnya, walaupun perbuatan baik itu hanya berupa penyambutan terhadap  saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)

Wahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu :

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya 

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan  alam yaitu menjaga kelestarian  alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut  amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas  dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya  meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama  orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia  tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :

“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah  segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at  baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu  dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)

2. MANFAAT BERAMAL SALEH

Seseorang yang beramal saleh akan memperoleh manfaat sebagai berikut :

1) Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt. 

Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Maidah/5: 9 yang artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang  beramal saleh, (bahwa) mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang  besar.” 

2) Diberi tambahan petunjuk.

Hal ini sesuai dengan Q.S. Maryam/19: 76 yang artinya: “Dan Allah akan  menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal  kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik  kesudahannya.

3) Diberi kehidupan yang baik dan layak. 

Hal ini sesuai dengan Q.S. an-Nahl/16: 97 yang artinya: “Siapa  mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan  beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan  akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah  mereka kerjakan.

4) Dihapuskan dosa-dosanya.

Hal ini sesuai dengan Q.S. al-Ankabut/29: 7 yang artinya: “Dan orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus  kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih  baik dari apa yang mereka kerjakan.”

5) Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat.

Hal ini sesuai dengan Q.S. al-‘Asr/103: 1-3 : “Demi masa. Sungguh,  manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan  mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling  menasehati untuk kesabaran.

3. BERBAIK SANGKA

Berbaik sangka atau Husnudzon merupakan perilaku terpuji yang harus  dimiliki seorang muslim. Lawan dari husnudzon adalah su’udzon atau buruk  sangka. Berburuk sangka merupakan perilaku tercela yang akan mendatangkan  mudarat, baik bagi pelakunya maupun orang lain. Allah Swt. melarang berburuk  sangka, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. al-Hujurat/49: 12 : 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka,  sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari  kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing  sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging  saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah  kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (Q.S. al Hujurat/49: 12)

Rasulullah s.a.w. juga melarang berburuk sangka, sebagaimana hadis berikut  ini :

“Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jauhilah  prasangka buruk karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta.” (H.R.  Bukhari)

Wahai anak yang saleh, marilah kita membiasakan diri berbaik sangka dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja bentuk berbaik sangka itu? Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu :

1) Berbaik sangka kepada Allah Swt.

Orang yang berbaik sangka kepada Allah Swt. akan senantiasa bersyukur atas semua kenikmatan dari-Nya, dan bersabar atas semua cobaan. Mengapa kita harus bersyukur kepada Allah Swt? Allah Swt. telah memberikan karunia  dan kenikmatan yang tidak  ternilai harganya kepada manusia.  Maka, sudah seharusnya manusia  bersyukur kepada Allah Swt.  

Lalu, mengapa kita harus bersabar atas semua cobaan ? Allah Swt.  memiliki sifat-sifat sempurna dan tidak mungkin Allah Swt. menghendaki  keburukan bagi hamba-hamba-Nya. Setiap cobaan dan ujian dari Allah  Swt. tidak bertujuan menyakiti hamba-Nya, tetapi untuk menguji ketaatan,  keimanan, dan kesabarannya.

2) Berbaik sangka kepada diri sendiri.  

Pernahkah kalian mengalami kesulitan hidup? Jika pernah, bagaimana  cara kalian menyikapinya? Seseorang yang berbaik sangka kepada diri sendiri  akan memiliki sikap percaya diri, optimis, dan bekerja keras. Sebaliknya,  seseorang yang berburuk sangka kepada diri sendiri, ia akan merasa pesimis,  tidak percaya diri, dan malas berusaha.

3) Berbaik sangka kepada orang lain. 

Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang lain.  Orang lain di sekitar kita harus diperlakukan secara baik, santun, saling  menyayangi, dan menghormati. Berprasangka baik kepada orang lain akan  menumbuhkan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat. Sikap buruk  sangka hanya akan memicu perpecahan dan konflik. Banyak pertikaian  dan kerusuhan terjadi karena sikap buruk sangka. Jika ada isu-isu negatif  hendaknya diklarifikasi (tabayyun) terlebih dahulu agar kita tidak terjerumus  kepada sikap curiga dan buruk sangka. Oleh karena itu, mari kita tumbuhkan  prasangka baik kepada keluarga, teman, tetangga, dan sesama manusia agar  hidup kita bahagia dunia sampai akhirat. 

4. MANFAAT BAIK SANGKA

Seseorang yang membiasakan diri berbaik sangka akan memperoleh manfaat sebagai berikut : 

1) Hidup menjadi tenang dan optimis

Seseorang yang berbaik sangka kepada Allah Swt. akan senantiasa bersyukur apabila mendapatkan kenikmatan dan bersabar apabila mendapatkan ujian serta cobaan. Hal ini akan menjadikan hidupnya tenang dan penuh optimis.

2) Yakin bahwa terdapat hikmah di balik  segala penderitaan dan kegagalan.

3) Membentuk pribadi yang tangguh

4) Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima  pengaruh buruk dari orang lain 

5) Menjadikan seseorang kreatif 

6) Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa 

7) Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik.

8) Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama.

9) Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain. 

E. KISAH TELADAN

Kejujuran Seorang Wanita Salihah 

Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur.  Umar bin Khatab r.a. berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk  tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari, pria ini  lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah olehnya  percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia  beristirahat.  

“Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air,” kata sang ibu.  “Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual  susu yang dicampur air,” jawab sang anak.

“Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Yakinlah  bahwa Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba  meyakinkan anaknya.  

“Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari Amirul  Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak.  

Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh  menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin salat Subuh. Sesampai  di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata, “Wahai Ashim  putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya mendengar percakapan  istimewa. Pergilah kamu ke rumah si Fulan dan selidikilah keluarganya.” Ashim bin  Umar bin Khattab melaksanakan perintah ayahandanya yang tak lain memang  Umar bin Khattab, Khalifah kedua yang bergelar Amirul Mukminin. Sekembalinya  dari penyelidikan, dia menghadap ayahnya dan mendengar ayahnya berkata,  “Pergi dan temuilah mereka. Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu.  Aku lihat insya allah ia akan memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu.  Mudah-mudahan pula ia dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin  bangsa.”  

Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis  tersebut. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu perempuan  bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim.  

Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat seorang  pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena  luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dirinya memimpin umat Islam.  Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar meninggal,  cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya. Ummi Ashim menikah dengan  Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir di era khalifah Abdul  Malik bin Marwan (685 – 705 M). Dari pernikahan Ummi Ashim dengan Abdul  Aziz bin Marwan lahirlah Khalifah Umar bin Abdul Aziz. 

(Sumber : www.kisah.web.id) 

DAFTAR PUSTAKA

Ahsan Muhamad, Sumiyati, & Mustahdi. 2017. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Related Post

Previous
Next Post »

55 comments

Write comments
Unknown
AUTHOR
6 Februari 2022 pukul 16.36 delete

Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhirat.

Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
6 Februari 2022 pukul 16.39 delete

Wahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu :

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
6 Februari 2022 pukul 16.42 delete

Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)

Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :

1) beriman kepada Allah Swt.

2) beramal saleh atau amal kebajikan

3) saling menasihati untuk kebenaran

4) saling menasihati untuk kesabaran

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
6 Februari 2022 pukul 16.47 delete

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :

“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)














Namaa:Cahyati
Kelas:8-c

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
6 Februari 2022 pukul 17.01 delete

Nama: Ahmad Dzikrulloh
Kelas:8c





Sudah membaca isi dalam kandungan materi tersebut

Reply
avatar
6 Februari 2022 pukul 17.07 delete

ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah SWT. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup diakhirat. tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang aman untuk kehidupan akhirat.

suku amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah SWT. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya.

wahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu:
1. amal saleh terhadap Allah SWT., yaitu menjalankan perintah Allah SWT.dan meninggalkan larang nya.Contoh nya adalah salat, zakat, puasa, membaca Alquran dan ibadah lainnya.

2. amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum dhuafa.

3.amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Nama: Athalah Farelullah
Kelas:8.c

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
6 Februari 2022 pukul 17.15 delete

Nama:Dika Firman Aditya
Kelas:8c

Sudah membaca isi dalam kandungan materi tersebut

Reply
avatar
6 Februari 2022 pukul 17.20 delete

Isaac El Shiraz
8c
SUDAH BACA

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
6 Februari 2022 pukul 17.33 delete

Dwi Rahmawati sudah baca materi

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
6 Februari 2022 pukul 17.42 delete

Nama Anggraeny sudah membaca

Reply
avatar
6 Februari 2022 pukul 17.52 delete

Nama: Faiz mardianto
Kelas:8C
Mari Memahami amal saleh
Orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
Amal saleh yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, sesuai dengan akal rasional.
Iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan.
Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.
Manfaat amal saleh
1. Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt.
2. Diberi tambahan petunjuk.
3. Diberi kehidupan yang baik dan layak.
4. Dihapuskan dosa dosanya.
5. Dijauhkan dari kerugian didunia dan akhirat.
Berbaik sangka
Berbaik sangka atau Husnudzon merupakan perilaku terpuji yang harus dimiliki seorang muslim.
Berbaik sangka ada 3 macam
1. Berbaik sangka kepada Allah Swt
2. Berbaik sangka kepada diri sendiri
3. Berbaik sangka kepada orang lain
Manfaat berbaik sangka
1. Hidup menjadi tenang dan optimis
2. Yakin bahwa terdapat hikmah dibalik segala penderitaan dan kegagalan
3. Membentuk pribadi yang tangguh
4. Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5. Menjadikan seseorang kreatif
6. Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa
7. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik
8. Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama
9. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
6 Februari 2022 pukul 18.29 delete

Nama:intan nurjannah
Kelas:8c
Kejujuran Seorang Wanita Salihah

Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Umar bin Khatab r.a. berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari, pria ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat.

“Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air,” kata sang ibu. “Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual susu yang dicampur air,” jawab sang anak.

“Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Yakinlah bahwa Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya.

“Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak.

Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin salat Subuh. Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata, “Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si Fulan dan selidikilah keluarganya.” Ashim bin Umar bin Khattab melaksanakan perintah ayahandanya yang tak lain memang Umar bin Khattab, Khalifah kedua yang bergelar Amirul Mukminin. Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap ayahnya dan mendengar ayahnya berkata, “Pergi dan temuilah mereka. Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insya allah ia akan memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan pula ia dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa.”

Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis tersebut. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu perempuan bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim.

Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dirinya memimpin umat Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar meninggal, cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya. Ummi Ashim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir di era khalifah Abdul Malik bin Marwan (685 – 705 M). Dari pernikahan Ummi Ashim dengan Abdul Aziz bin Marwan lahirlah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Reply
avatar
6 Februari 2022 pukul 18.31 delete

Nama: Aulia Putri Salsabila
Kelas:8C

amal soleh adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh individu dalam menjalankan perintah Allah. husnuzan adalah sikap mental dan cara pandang yang menyebabkan seseorang melihat sesuatu secara positif atau melihat dari sisi positif. sudah baca

Reply
avatar
FazriFadilah
AUTHOR
6 Februari 2022 pukul 18.34 delete

Fazri Fadilah sudah membaca pak

Reply
avatar
Nobody
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 16.21 delete

Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)

Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :

1) beriman kepada Allah Swt.

2) beramal saleh atau amal kebajikan

3) saling menasihati untuk kebenaran

4) saling menasihati untuk kesabaran

Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.

Kebalikan dari amal saleh adalah amal sayyi’ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain. Sungguh rugi seseorang yang berbuat buruk di dunia ini, padahal dunia ini adalah ladang amal untuk kehidupan akhirat. Setiap amal baik atau buruk meskipun sangat kecil tetap akan mendapat balasan yang adil dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat az-Zalzalah/99: 7-8 :
Zakky muhamad nuh kelas 8b

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 16.22 delete

Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhiratakhirat.
1. Mari Memahami Amal Saleh
Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)

Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :

1) beriman kepada Allah Swt.

2) beramal saleh atau amal kebajikan

3) saling menasihati untuk kebenaran

4) saling menasihati untuk kesabaran

Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah.
2. MANFAAT BERAMAL SALEH
Seseorang yang beramal saleh akan memperoleh manfaat sebagai berikut :

1) Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt.

Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Maidah/5: 9 yang artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”

2) Diberi tambahan petunjuk.

Hal ini sesuai dengan Q.S. Maryam/19: 76 yang artinya: “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.”

3) Diberi kehidupan yang baik dan layak.

Hal ini sesuai dengan Q.S. an-Nahl/16: 97 yang artinya: “Siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

4) Dihapuskan dosa-dosanya.

Hal ini sesuai dengan Q.S. al-Ankabut/29: 7 yang artinya: “Dan orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”
Nazar Maulana Yusuf
8B

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 16.23 delete

Nama= Muhamad Dendy Sahrul iman
Kelas=8B

1. Mari Memahami Amal Saleh
Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)

Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :

1) beriman kepada Allah Swt.

2) beramal saleh atau amal kebajikan

3) saling menasihati untuk kebenaran

4) saling menasihati untuk kesabaran

Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.

Reply
avatar
M. Fachry. F
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 16.28 delete

Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)

Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :

1) beriman kepada Allah Swt.

2) beramal saleh atau amal kebajikan

3) saling menasihati untuk kebenaran

4) saling menasihati untuk kesabaran

Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.

Kebalikan dari amal saleh adalah amal sayyi’ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain. Sungguh rugi seseorang yang berbuat buruk di dunia ini, padahal dunia ini adalah ladang amal untuk kehidupan akhirat. Setiap amal baik atau buruk meskipun sangat kecil tetap akan mendapat balasan yang adil dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat az-Zalzalah/99: 7-8 :

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

“ maka siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah (biji sawi), niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7). Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah (biji sawi), dia akan melihat (balasan)nya.” (Q.S. az Zalzalah/99: 7-8)

Suatu amal saleh akan sah jika memenuhi syarat sebagai berikut:

a. Amal saleh dilakukan dengan mengetahui ilmunya.

b. Amal saleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah Swt.

c. Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan petunjuk al-Qur’an dan Hadis.

Reply
avatar
M. Fachry. F
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 16.32 delete

Nama:Muhammad fachry firmansyah
Kls:8b

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 16.34 delete

Muhammad Varga Firjatullah
Kelas : 8B
Sudah baca

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 16.37 delete

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :

“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)


RAKA DANADYAKSA HERMAWAN
8B

Reply
avatar
Shireen
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 17.02 delete

Nama:Shireen Metha Riany Sulistio
Kls:8b

Ingatlah, bawa hidup di alam dunia hanya sementara sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal akhirat nanti. Sungguh buruk sangka adalah perilaku tercela yang harus kita hindari berbaik sangka akan menjadikan hidup kita tenang nyaman dan harmonis.

Manfaat beramal sholeh
1. Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah SWT
2. Diberi tambahan petunjuk
3. Diberi kehidupan yang baik dan layak
4. Dihapuskan dosa dosanya
5. Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat

Manfaat baik sangka
1. Hidup menjadi tenang dan optimis
2. Yakin bahwa terdapat hikmah dibalik segala penderitaan dan kegagalan
3. Membentuk pribadi yang tangguh
4. Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5. Menjadikan seseorang kreatif
6. Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa
7. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik
8. Terhindar dari penyelesaian dalam hubungan dengan sesama
9. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain
10. Hidup selalu harmonis

Reply
avatar
Talitha
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 17.12 delete

Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal  saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan  amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah  yang membutuhkannya. Tanamkanlah dalam diri kalian semangat untuk beramal saleh. Jadikanlah  diri kalian sebagai pribadi yang berakhlak mulia. Berbaik sangkalah kepada Allah  Swt. bahwa Allah Swt. akan selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang saleh.

Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui  pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3  berikut ini: 

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk  kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)

Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu : 

1) beriman kepada Allah Swt. 

2) beramal saleh atau amal kebajikan 

3) saling menasihati untuk kebenaran 

4) saling menasihati untuk kesabaran

Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an  serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan  tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka  keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang  benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus  dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan  yang benar.  


Nama:Talitha Kyanizka Anindya
Kelas:8B

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 17.15 delete

Saya sudah membaca
Nama: neza maulana iskandar
Kelas: 8b

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 17.15 delete

Nama: syifa Rahmawati
Kelas:8b

Ingatlah, bawa hidup di alam dunia hanya sementara sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal akhirat nanti. Sungguh buruk sangka adalah perilaku tercela yang harus kita hindari berbaik sangka akan menjadikan hidup kita tenang nyaman dan harmonis.

Manfaat beramal sholeh
1. Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah SWT
2. Diberi tambahan petunjuk
3. Diberi kehidupan yang baik dan layak
4. Dihapuskan dosa dosanya
5. Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat

Manfaat baik sangka
1. Hidup menjadi tenang dan optimis
2. Yakin bahwa terdapat hikmah dibalik segala penderitaan dan kegagalan
3. Membentuk pribadi yang tangguh
4. Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5. Menjadikan seseorang kreatif
6. Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa
7. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik
8. Terhindar dari penyelesaian dalam hubungan dengan sesama
9. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain
10. Hidup selalu harmonis

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 17.27 delete

Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhirat.  

Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal  saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan  amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah  yang membutuhkannya.  

Wahai generasi muslim yang cerdas, setiap amal saleh yang kalian lakukan  akan mendapat balasan berupa pahala dari Allah Swt. Sekecil apapun amal  kalian sungguh Allah Swt. akan membalas dengan seadil-adilnya. Janganlah  kalian meremehkan amal saleh yang kelihatannya kecil dan sederhana seperti  tersenyum saat bertemu dengan teman di sekolah. Sebab nilai amal terletak pada  keikhlasannya bukan banyak atau sedikitnya. Sedangkan yang mengetahui kadar  keikhlasan hanya Allah Swt. semata.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 17.33 delete

Wahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu :

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia.

NAMA: ZAHROTUL AIRIN
KELAS : 8B

Reply
avatar
cheese roll
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 17.58 delete

Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhiratakhirat.
1. Mari Memahami Amal Saleh
Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)

Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :

1) beriman kepada Allah Swt.

2) beramal saleh atau amal kebajikan

3) saling menasihati untuk kebenaran

4) saling menasihati untuk kesabaran

Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah.

Nama :Noviyanti Kirani Putri
Kelas:8B

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 18.13 delete



Kata amal sholeh berasal dari kata "Amilus" yang artinya segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, Al-Quran serta As-Sunnah.
Antara iman dan amal sholeh merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal sholeh, keimanannya tidak ada artinya.
Seseorang yang beramal sholeh, tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah SWT.

Allah SWT. menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal berikut:
√ Beriman kepada Allah SWT.
√ Beramal sholeh
√ Saling menasihati untuk kebenaran
√ Saling menasihati dalam untuk kesabaran

Kebalikan dari amal sholeh adalah amal sayyi'ah. Amal sayyi'ah adalah amal yang mendatangkan mudarat bagi pelakunya maupun orang lain. Setiap yang kita lakukan akan dinilai dan dipertanggungjawabkan meskipun sangat kecil.

Suatu amal sholeh akan sah jika memenuhi syarat berikut ini:
√ Amal sholeh dilakukan dengan mengetahui ilmunya.
√ Amal sholeh dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah SWT.
√ Amal sholeh hendaknya dikerjakan sesuai petunjuk Al-Qur'an dan Hadis.

Amal sholeh dibagi menjadi 3 kategori:
1. Amal sholeh terhadap Allah SWT.
2. Amal sholeh terhadap sesama manusia.
3. Amal sholeh terhadap lingkungan.

Manfaat dari beramal sholeh:
- Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah SWT.
- Diberi tambahan petunjuk.
- Diberi kehidupan yang baik dan layak.
- Dihapuskan dosa-dosanya.
- Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat.


B. Berbaik Sangka

Nama lain dari berbaik sangka adalah Husnudzon. Lawan dari husnudzon adalh su'udzon (buruk sangka).
Berbaik sangka ada tiga macam yaitu:
1. Berbaik sangka kepada Allah SWT.
2. Berbaik sangka kepada diri sendiri
3. Berbaik sangka kepada orang lain.

Manfaat berbaik sangka yaitu:
- Hidup menjadi tenang dan optimis.
- Yakin bahwa ada hikmah dibalik segala penderitaan dan kegagalan.
- Membentuk pribadi yang tangguh.
- Menjadikan seseorang teguh pendirian.
- Menjadi seseorang yang kreatif.
- Tidak mudah putus asa.
- Terhindar dari penyesalan.
- Selalu senang dan bahagia aras kebahagian orang lain.

Nama : SEVI ANDRIYANI
Kelas: 8B

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 18.15 delete

amal saleh ada tiga macam, yaitu :

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan selama di dunia.

Hendri Kurniansyah
Kelas VIIIA

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 18.16 delete

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :

“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)

NAMA:Shofie Sulistya Ningrum
KELAS:8A

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 18.19 delete

Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya. Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)

Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :

1) beriman kepada Allah Swt.

2) beramal saleh atau amal kebajikan

3) saling menasihati untuk kebenaran

4) saling menasihati untuk kesabaran

Nama:REYHAN ERVANDRA
KELAS:8A

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 18.43 delete

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 18.44 delete

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia.

Naila Dita Ramadhani
8A

Reply
avatar
7 Februari 2022 pukul 19.09 delete

Nama: putri awalina zaen
Kelas: 8B

amal soleh adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh individu dalam menjalankan perintah Allah. husnuzan adalah sikap mental dan cara pandang yang menyebabkan seseorang melihat sesuatu secara positif/melihat dari sisi positif

sudah baca

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 19.11 delete

Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.

Kebalikan dari amal saleh adalah amal sayyi’ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain. Sungguh rugi seseorang yang berbuat buruk di dunia ini, padahal dunia ini adalah ladang amal untuk kehidupan akhirat. Setiap amal baik atau buruk meskipun sangat kecil tetap akan mendapat balasan yang adil dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat az-Zalzalah/99: 7-8 :

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 19.12 delete

Nama:muhammad rasya Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.

Kebalikan dari amal saleh adalah amal sayyi’ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain. Sungguh rugi seseorang yang berbuat buruk di dunia ini, padahal dunia ini adalah ladang amal untuk kehidupan akhirat. Setiap amal baik atau buruk meskipun sangat kecil tetap akan mendapat balasan yang adil dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat az-Zalzalah/99: 7-8 :

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 19.18 delete

Nama : Wulan Suci Ramadani
Kelas : 8a

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :

“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 19.25 delete

amal saleh ada tiga macam, yaitu :

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan selama di dunia.

Nama:yudafariszal
Kls:8a

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
7 Februari 2022 pukul 21.46 delete

Suatu amal saleh akan sah jika memenuhi syarat sebagai berikut:

a. Amal saleh dilakukan dengan mengetahui ilmunya.

b. Amal saleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah Swt.

c. Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan petunjuk al-Qur’an dan Hadis.

Wahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu :

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Seseorang yang beramal saleh akan memperoleh manfaat sebagai berikut :

1) Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt.

Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Maidah/5: 9 yang artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”

2) Diberi tambahan petunjuk.

Hal ini sesuai dengan Q.S. Maryam/19: 76 yang artinya: “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.”

3) Diberi kehidupan yang baik dan layak.

Hal ini sesuai dengan Q.S. an-Nahl/16: 97 yang artinya: “Siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

4) Dihapuskan dosa-dosanya.

Hal ini sesuai dengan Q.S. al-Ankabut/29: 7 yang artinya: “Dan orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”

5) Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat.

Hal ini sesuai dengan Q.S. al-‘Asr/103: 1-3 : “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.”

Nama:Saffanah Jahirah
Kelas:8A

Reply
avatar
8 Februari 2022 pukul 15.14 delete

A. Mari Renungkan
Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhirat.

Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya.

Wahai generasi muslim yang cerdas, setiap amal saleh yang kalian lakukan akan mendapat balasan berupa pahala dari Allah Swt. Sekecil apapun amal kalian sungguh Allah Swt. akan membalas dengan seadil-adilnya. Janganlah kalian meremehkan amal saleh yang kelihatannya kecil dan sederhana seperti tersenyum saat bertemu dengan teman di sekolah. Sebab nilai amal terletak pada keikhlasannya bukan banyak atau sedikitnya. Sedangkan yang mengetahui kadar keikhlasan hanya Allah Swt. semata.

Tanamkanlah dalam diri kalian semangat untuk beramal saleh. Jadikanlah diri kalian sebagai pribadi yang berakhlak mulia. Berbaik sangkalah kepada Allah Swt. bahwa Allah Swt. akan selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang saleh. Sudah siapkah kalian selalu beramal saleh mulai sekarang?

Renungkanlah, banyak kekacauan dan pertikaian terjadi akibat buruk sangka. Sungguh buruk sangka adalah perilaku tercela yang harus kita hindari. Berbaik sangka akan menjadikan hidup kita tenang, nyaman, dan harmonis. Bukankah hal ini impian setiap orang?. Oleh karena itu, mari kita membiasakan diri berbaik sangka dalam kehidupan sehari-hari.



Nama:farhan Tanjung
Kelas:7c

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
8 Februari 2022 pukul 15.32 delete

Menghiasi pribadi dengan berbaik sangka dan beramal sholeh
A mari renungkan
Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya, sedangkan hidup di akhir kelak. Allah. Memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhir.

Sesungguhnya amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah. Tidak membutuhkan amal saleh dari, sebaliknya kita yang membutuhkannya. Wahai generasi muslim yang cerdas, setiap amal saleh yang kalian lakukan akan mendapat balasan berupa pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala. Sekecil apapun amal kalian sungguh Allah subhanahu wa ta'ala. Akan membalas dengan seadil-adilnya. Kalian meremehkan amal saleh yang kelihatannya kecil dalam sederhana seperti tersenyum saat bertemu dengan teman di sekolah. Sebab nilai a terletak pada iklasnya bukan banyak atau sedikitnya. Sedangkan yang mengetahui kadar keikhlasan hanya Allah subhanahu wa ta'ala. Semata.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
10 Februari 2022 pukul 18.22 delete

orang
Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah
tidur. Umar bin Khatab r.a. berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba
untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari,
a ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah
olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah
memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan pula ia
Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis
tersebut. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu perempuan
bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim.
Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat
seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang
cacat karena luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dirinya memimpin
meninggal, cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya. Ummi Ashim
menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir
umat Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar
Ashim dengan Abdul Aziz bin Marwan lahirlah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
di era khalifah Abdul Malik bin Marwan (685 - 705 M). Dari pernikahan Ummi
Kejujuran Seorang Wanita Salihah
pria
"Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air," kata sang
ibu.
"Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak
menjual susu yang dicampur air," jawab sang anak.
"Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Yakinlah
bahwa Amirul Mukminin tidak mengetahuinya," kata sang ibu mencoba
celah
meyakinkan anaknya.
"Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari
Amirul Mukminin pasti melihatnya," tegas si anak menolak.
Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh
menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin salat Subuh.
Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata,
asia
"Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya
mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si Fulan dan
selidikilah keluarganya Ashim bin Umar bin Khattab melaksanakan perintah
ayahandanya yang tak lain memang Umar bin Khattab, Khalifah kedua yang
bergelar Amirul Mukminin. Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap
ayahnya dan mendengar ayahnya berkata, "pergi dan temuilah mereka.
Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insyaAllah ia akan
dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa.
"hikmah hikmah yng bisa di ambil"​


Nama : Ester priskila
Kelas : 8A

Reply
avatar
10 Februari 2022 pukul 18.26 delete

Pernahkah kalian melihat orang atau temanmu beramal, tetapi sedikit sekali? Janganlah kalian meremehkannya atau menghina karena sedikit amalnya. Sebab nilai sebuah amal tidak semata-mata tergantung banyak atau sedikitnya, tetapi juga terletak pada keikhlasannya. Sedangkan nilai keikhlasan amal seseorang hanya Allah Swt. yang mengetahui. Allah Swt. mencintai seorang hamba yang beramal secara terus-menerus meskipun sedikit. Memang yang paling baik adalah beramal banyak serta ikhlas, dan dilakukan terus menerus. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda :

“ Dar Abu Dzar Jundub Bin Junadah r.a. berkata: Nabi s.a.w. bersabda kepadaku: “janganlah sekali-kali kamu mencemooh perbuatan baik seberapa pun kecilnya, walaupun perbuatan baik itu hanya berupa penyambutan terhadap saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)

Wahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu :

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Nama : FahriDwiNugroho
Kelas : 8A

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
10 Februari 2022 pukul 18.29 delete

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :

“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
10 Februari 2022 pukul 18.31 delete

1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya

2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.

3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.

Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :

“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)

Nama:dzikri maulana
Kelas:8A

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
10 Februari 2022 pukul 19.00 delete

Menghiasi Pribadi dengan Berbaik Sangka dan Beramal Saleh

MANFAAT BERAMAL SALEH
Seseorang yang beramal saleh akan memperoleh manfaat sebagai berikut :

1) Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt.
2) Diberi tambahan petunjuk.
3) Diberi kehidupan yang baik dan layak.
4) Dihapuskan dosa-dosanya.
5) Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat.
Kita harus beramal saleh dan kita tidak boleh berburuk sangka dan beramal saleh akan diberikan ampunan dan pahala yang besar oleh Allah SWT . Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya.

Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya.

Beramal saleh dalam kita semangat untuk beramal saleh. Jadikanlah diri kalian sebagai pribadi yang berakhlak mulia. Berbaik sangkalah kepada Allah Swt. bahwa Allah Swt. akan selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang saleh. Sudah siapkah kalian selalu beramal saleh mulai sekarang?

BERBAIK SANGKA
Berbaik sangka atau Husnudzon merupakan perilaku terpuji yang harus dimiliki seorang muslim. Lawan dari husnudzon adalah su’udzon atau buruk sangka. Berburuk sangka merupakan perilaku tercela yang akan mendatangkan mudarat, baik bagi pelakunya maupun orang lain. Allah Swt. melarang berburuk sangka,

Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu :

1) Berbaik sangka kepada Allah Swt.
2) Berbaik sangka kepada diri sendiri.
3) Berbaik sangka kepada orang lain.

NAMA : Dwi Rahmatunisa
KALAS : 8-A

Reply
avatar
10 Februari 2022 pukul 19.03 delete

AMAL SALEH
Kata amal saleh berasal dari kata "amilus" yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain.
Amal saleh ada tiga macam, yaitu :
1. Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya
2. Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia
3. Amal saleh terhadap lingkungan alam, yaitu menjaga kelestarian alam.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal.

Manfaat beramal saleh :
1. Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt
2. Diberi tambahan petunjuk
3. Diberi kehidupan yang baik dan layak
4. Dihapuskan dosa dosanya
5. Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat.

BERBAIK SANGKA
Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu :
1. Berbaik sangka kepada Allah Swt
2. Berbaik sangka kepada diri sendiri
3. Berbaik sangka kepada orang lain

Manfaat baik sangka
1. Hidup menjadi tenang dan optimis
2. Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan
3. Membentuk pribadi yang tangguh
4. Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5. Menjadikan seseorang kreatif
6. Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa
7. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik
8. Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama
9. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain.

Azwarah Salsabil
Kelas 8A
sudah membaca.

Reply
avatar
10 Februari 2022 pukul 19.04 delete Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
avatar
Unknown
AUTHOR
10 Februari 2022 pukul 19.16 delete

AMAL SALEH
Kata amal saleh berasal dari kata "amilus" yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain.
Amal saleh ada tiga macam, yaitu :
1. Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya
2. Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia
3. Amal saleh terhadap lingkungan alam, yaitu menjaga kelestarian alam.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal.

Manfaat beramal saleh :
1. Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt
2. Diberi tambahan petunjuk
3. Diberi kehidupan yang baik dan layak
4. Dihapuskan dosa dosanya
5. Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat.

BERBAIK SANGKA
Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu :
1. Berbaik sangka kepada Allah Swt
2. Berbaik sangka kepada diri sendiri
3. Berbaik sangka kepada orang lain

Manfaat baik sangka
1. Hidup menjadi tenang dan optimis
2. Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan
3. Membentuk pribadi yang tangguh
4. Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5. Menjadikan seseorang kreatif
6. Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa
7. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik
8. Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama
9. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain.

Farih Kesit
Kelas 8A

Reply
avatar