A. Mari Renungkan
Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhirat.
Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya.
Wahai generasi muslim yang cerdas, setiap amal saleh yang kalian lakukan akan mendapat balasan berupa pahala dari Allah Swt. Sekecil apapun amal kalian sungguh Allah Swt. akan membalas dengan seadil-adilnya. Janganlah kalian meremehkan amal saleh yang kelihatannya kecil dan sederhana seperti tersenyum saat bertemu dengan teman di sekolah. Sebab nilai amal terletak pada keikhlasannya bukan banyak atau sedikitnya. Sedangkan yang mengetahui kadar keikhlasan hanya Allah Swt. semata.
Tanamkanlah dalam diri kalian semangat untuk beramal saleh. Jadikanlah diri kalian sebagai pribadi yang berakhlak mulia. Berbaik sangkalah kepada Allah Swt. bahwa Allah Swt. akan selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang saleh. Sudah siapkah kalian selalu beramal saleh mulai sekarang?
Renungkanlah, banyak kekacauan dan pertikaian terjadi akibat buruk sangka. Sungguh buruk sangka adalah perilaku tercela yang harus kita hindari. Berbaik sangka akan menjadikan hidup kita tenang, nyaman, dan harmonis. Bukankah hal ini impian setiap orang?. Oleh karena itu, mari kita membiasakan diri berbaik sangka dalam kehidupan sehari-hari.
B. Mutiara Khasanah Islam
1. Mari Memahami Amal Saleh
Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)
Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :
1) beriman kepada Allah Swt.
2) beramal saleh atau amal kebajikan
3) saling menasihati untuk kebenaran
4) saling menasihati untuk kesabaran
Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.
Kebalikan dari amal saleh adalah amal sayyi’ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain. Sungguh rugi seseorang yang berbuat buruk di dunia ini, padahal dunia ini adalah ladang amal untuk kehidupan akhirat. Setiap amal baik atau buruk meskipun sangat kecil tetap akan mendapat balasan yang adil dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat az-Zalzalah/99: 7-8 :
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
“ maka siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah (biji sawi), niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7). Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah (biji sawi), dia akan melihat (balasan)nya.” (Q.S. az Zalzalah/99: 7-8)
Suatu amal saleh akan sah jika memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Amal saleh dilakukan dengan mengetahui ilmunya.
b. Amal saleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah Swt.
c. Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan petunjuk al-Qur’an dan Hadis.
Pernahkah kalian melihat orang atau temanmu beramal, tetapi sedikit sekali? Janganlah kalian meremehkannya atau menghina karena sedikit amalnya. Sebab nilai sebuah amal tidak semata-mata tergantung banyak atau sedikitnya, tetapi juga terletak pada keikhlasannya. Sedangkan nilai keikhlasan amal seseorang hanya Allah Swt. yang mengetahui. Allah Swt. mencintai seorang hamba yang beramal secara terus-menerus meskipun sedikit. Memang yang paling baik adalah beramal banyak serta ikhlas, dan dilakukan terus menerus. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda :
“ Dar Abu Dzar Jundub Bin Junadah r.a. berkata: Nabi s.a.w. bersabda kepadaku: “janganlah sekali-kali kamu mencemooh perbuatan baik seberapa pun kecilnya, walaupun perbuatan baik itu hanya berupa penyambutan terhadap saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)
Wahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu :
1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :
“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)
2. MANFAAT BERAMAL SALEH
Seseorang yang beramal saleh akan memperoleh manfaat sebagai berikut :
1) Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt.
Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Maidah/5: 9 yang artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”
2) Diberi tambahan petunjuk.
Hal ini sesuai dengan Q.S. Maryam/19: 76 yang artinya: “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.”
3) Diberi kehidupan yang baik dan layak.
Hal ini sesuai dengan Q.S. an-Nahl/16: 97 yang artinya: “Siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
4) Dihapuskan dosa-dosanya.
Hal ini sesuai dengan Q.S. al-Ankabut/29: 7 yang artinya: “Dan orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”
5) Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat.
Hal ini sesuai dengan Q.S. al-‘Asr/103: 1-3 : “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.”
3. BERBAIK SANGKA
Berbaik sangka atau Husnudzon merupakan perilaku terpuji yang harus dimiliki seorang muslim. Lawan dari husnudzon adalah su’udzon atau buruk sangka. Berburuk sangka merupakan perilaku tercela yang akan mendatangkan mudarat, baik bagi pelakunya maupun orang lain. Allah Swt. melarang berburuk sangka, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. al-Hujurat/49: 12 :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (Q.S. al Hujurat/49: 12)
Rasulullah s.a.w. juga melarang berburuk sangka, sebagaimana hadis berikut ini :
“Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jauhilah prasangka buruk karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta.” (H.R. Bukhari)
Wahai anak yang saleh, marilah kita membiasakan diri berbaik sangka dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja bentuk berbaik sangka itu? Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu :
1) Berbaik sangka kepada Allah Swt.
Orang yang berbaik sangka kepada Allah Swt. akan senantiasa bersyukur atas semua kenikmatan dari-Nya, dan bersabar atas semua cobaan. Mengapa kita harus bersyukur kepada Allah Swt? Allah Swt. telah memberikan karunia dan kenikmatan yang tidak ternilai harganya kepada manusia. Maka, sudah seharusnya manusia bersyukur kepada Allah Swt.
Lalu, mengapa kita harus bersabar atas semua cobaan ? Allah Swt. memiliki sifat-sifat sempurna dan tidak mungkin Allah Swt. menghendaki keburukan bagi hamba-hamba-Nya. Setiap cobaan dan ujian dari Allah Swt. tidak bertujuan menyakiti hamba-Nya, tetapi untuk menguji ketaatan, keimanan, dan kesabarannya.
2) Berbaik sangka kepada diri sendiri.
Pernahkah kalian mengalami kesulitan hidup? Jika pernah, bagaimana cara kalian menyikapinya? Seseorang yang berbaik sangka kepada diri sendiri akan memiliki sikap percaya diri, optimis, dan bekerja keras. Sebaliknya, seseorang yang berburuk sangka kepada diri sendiri, ia akan merasa pesimis, tidak percaya diri, dan malas berusaha.
3) Berbaik sangka kepada orang lain.
Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang lain. Orang lain di sekitar kita harus diperlakukan secara baik, santun, saling menyayangi, dan menghormati. Berprasangka baik kepada orang lain akan menumbuhkan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat. Sikap buruk sangka hanya akan memicu perpecahan dan konflik. Banyak pertikaian dan kerusuhan terjadi karena sikap buruk sangka. Jika ada isu-isu negatif hendaknya diklarifikasi (tabayyun) terlebih dahulu agar kita tidak terjerumus kepada sikap curiga dan buruk sangka. Oleh karena itu, mari kita tumbuhkan prasangka baik kepada keluarga, teman, tetangga, dan sesama manusia agar hidup kita bahagia dunia sampai akhirat.
4. MANFAAT BAIK SANGKA
Seseorang yang membiasakan diri berbaik sangka akan memperoleh manfaat sebagai berikut :
1) Hidup menjadi tenang dan optimis
Seseorang yang berbaik sangka kepada Allah Swt. akan senantiasa bersyukur apabila mendapatkan kenikmatan dan bersabar apabila mendapatkan ujian serta cobaan. Hal ini akan menjadikan hidupnya tenang dan penuh optimis.
2) Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan.
3) Membentuk pribadi yang tangguh
4) Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5) Menjadikan seseorang kreatif
6) Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa
7) Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik.
8) Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama.
9) Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain.
E. KISAH TELADAN
Kejujuran Seorang Wanita Salihah
Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Umar bin Khatab r.a. berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari, pria ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat.
“Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air,” kata sang ibu. “Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual susu yang dicampur air,” jawab sang anak.
“Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Yakinlah bahwa Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya.
“Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak.
Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin salat Subuh. Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata, “Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si Fulan dan selidikilah keluarganya.” Ashim bin Umar bin Khattab melaksanakan perintah ayahandanya yang tak lain memang Umar bin Khattab, Khalifah kedua yang bergelar Amirul Mukminin. Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap ayahnya dan mendengar ayahnya berkata, “Pergi dan temuilah mereka. Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insya allah ia akan memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan pula ia dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa.”
Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis tersebut. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu perempuan bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim.
Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dirinya memimpin umat Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar meninggal, cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya. Ummi Ashim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir di era khalifah Abdul Malik bin Marwan (685 – 705 M). Dari pernikahan Ummi Ashim dengan Abdul Aziz bin Marwan lahirlah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
(Sumber : www.kisah.web.id)
DAFTAR PUSTAKA
Ahsan Muhamad, Sumiyati, & Mustahdi. 2017. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
55 comments
Write commentsIngatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhirat.
ReplySungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya.
Dwi Rahmawati 8C
ReplyWahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu :
Reply1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia.
Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:
Replyاِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)
Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :
1) beriman kepada Allah Swt.
2) beramal saleh atau amal kebajikan
3) saling menasihati untuk kebenaran
4) saling menasihati untuk kesabaran
1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
Reply2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :
“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)
Namaa:Cahyati
Kelas:8-c
sudah membacanya
ReplyNama: Ahmad Dzikrulloh
ReplyKelas:8c
Sudah membaca isi dalam kandungan materi tersebut
ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah SWT. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup diakhirat. tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang aman untuk kehidupan akhirat.
Replysuku amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah SWT. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya.
wahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu:
1. amal saleh terhadap Allah SWT., yaitu menjalankan perintah Allah SWT.dan meninggalkan larang nya.Contoh nya adalah salat, zakat, puasa, membaca Alquran dan ibadah lainnya.
2. amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum dhuafa.
3.amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Nama: Athalah Farelullah
Kelas:8.c
Nama:Dika Firman Aditya
ReplyKelas:8c
Sudah membaca isi dalam kandungan materi tersebut
Sudah baca
ReplyIsaac El Shiraz
Reply8c
SUDAH BACA
Dwi Rahmawati sudah baca materi
ReplyAziz
Reply8c
Sudah membaca
Nama Anggraeny sudah membaca
ReplyNama: Faiz mardianto
ReplyKelas:8C
Mari Memahami amal saleh
Orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
Amal saleh yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, sesuai dengan akal rasional.
Iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan.
Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.
Manfaat amal saleh
1. Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt.
2. Diberi tambahan petunjuk.
3. Diberi kehidupan yang baik dan layak.
4. Dihapuskan dosa dosanya.
5. Dijauhkan dari kerugian didunia dan akhirat.
Berbaik sangka
Berbaik sangka atau Husnudzon merupakan perilaku terpuji yang harus dimiliki seorang muslim.
Berbaik sangka ada 3 macam
1. Berbaik sangka kepada Allah Swt
2. Berbaik sangka kepada diri sendiri
3. Berbaik sangka kepada orang lain
Manfaat berbaik sangka
1. Hidup menjadi tenang dan optimis
2. Yakin bahwa terdapat hikmah dibalik segala penderitaan dan kegagalan
3. Membentuk pribadi yang tangguh
4. Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5. Menjadikan seseorang kreatif
6. Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa
7. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik
8. Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama
9. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain
Rama 8c sudah baca
ReplyNama:intan nurjannah
ReplyKelas:8c
Kejujuran Seorang Wanita Salihah
Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Umar bin Khatab r.a. berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari, pria ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat.
“Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air,” kata sang ibu. “Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual susu yang dicampur air,” jawab sang anak.
“Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Yakinlah bahwa Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya.
“Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak.
Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin salat Subuh. Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata, “Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si Fulan dan selidikilah keluarganya.” Ashim bin Umar bin Khattab melaksanakan perintah ayahandanya yang tak lain memang Umar bin Khattab, Khalifah kedua yang bergelar Amirul Mukminin. Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap ayahnya dan mendengar ayahnya berkata, “Pergi dan temuilah mereka. Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insya allah ia akan memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan pula ia dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa.”
Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis tersebut. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu perempuan bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim.
Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dirinya memimpin umat Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar meninggal, cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya. Ummi Ashim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir di era khalifah Abdul Malik bin Marwan (685 – 705 M). Dari pernikahan Ummi Ashim dengan Abdul Aziz bin Marwan lahirlah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Nama: Aulia Putri Salsabila
ReplyKelas:8C
amal soleh adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh individu dalam menjalankan perintah Allah. husnuzan adalah sikap mental dan cara pandang yang menyebabkan seseorang melihat sesuatu secara positif atau melihat dari sisi positif. sudah baca
Fazri Fadilah sudah membaca pak
ReplyTahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:
Replyاِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)
Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :
1) beriman kepada Allah Swt.
2) beramal saleh atau amal kebajikan
3) saling menasihati untuk kebenaran
4) saling menasihati untuk kesabaran
Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.
Kebalikan dari amal saleh adalah amal sayyi’ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain. Sungguh rugi seseorang yang berbuat buruk di dunia ini, padahal dunia ini adalah ladang amal untuk kehidupan akhirat. Setiap amal baik atau buruk meskipun sangat kecil tetap akan mendapat balasan yang adil dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat az-Zalzalah/99: 7-8 :
Zakky muhamad nuh kelas 8b
Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhiratakhirat.
Reply1. Mari Memahami Amal Saleh
Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)
Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :
1) beriman kepada Allah Swt.
2) beramal saleh atau amal kebajikan
3) saling menasihati untuk kebenaran
4) saling menasihati untuk kesabaran
Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah.
2. MANFAAT BERAMAL SALEH
Seseorang yang beramal saleh akan memperoleh manfaat sebagai berikut :
1) Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt.
Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Maidah/5: 9 yang artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”
2) Diberi tambahan petunjuk.
Hal ini sesuai dengan Q.S. Maryam/19: 76 yang artinya: “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.”
3) Diberi kehidupan yang baik dan layak.
Hal ini sesuai dengan Q.S. an-Nahl/16: 97 yang artinya: “Siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
4) Dihapuskan dosa-dosanya.
Hal ini sesuai dengan Q.S. al-Ankabut/29: 7 yang artinya: “Dan orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”
Nazar Maulana Yusuf
8B
Nama= Muhamad Dendy Sahrul iman
ReplyKelas=8B
1. Mari Memahami Amal Saleh
Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)
Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :
1) beriman kepada Allah Swt.
2) beramal saleh atau amal kebajikan
3) saling menasihati untuk kebenaran
4) saling menasihati untuk kesabaran
Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.
Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:
Replyاِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)
Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :
1) beriman kepada Allah Swt.
2) beramal saleh atau amal kebajikan
3) saling menasihati untuk kebenaran
4) saling menasihati untuk kesabaran
Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.
Kebalikan dari amal saleh adalah amal sayyi’ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain. Sungguh rugi seseorang yang berbuat buruk di dunia ini, padahal dunia ini adalah ladang amal untuk kehidupan akhirat. Setiap amal baik atau buruk meskipun sangat kecil tetap akan mendapat balasan yang adil dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat az-Zalzalah/99: 7-8 :
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
“ maka siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah (biji sawi), niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7). Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah (biji sawi), dia akan melihat (balasan)nya.” (Q.S. az Zalzalah/99: 7-8)
Suatu amal saleh akan sah jika memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Amal saleh dilakukan dengan mengetahui ilmunya.
b. Amal saleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah Swt.
c. Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan petunjuk al-Qur’an dan Hadis.
Nama:Muhammad fachry firmansyah
ReplyKls:8b
Muhammad Varga Firjatullah
ReplyKelas : 8B
Sudah baca
1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
Reply2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :
“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)
RAKA DANADYAKSA HERMAWAN
8B
Nama:Shireen Metha Riany Sulistio
ReplyKls:8b
Ingatlah, bawa hidup di alam dunia hanya sementara sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal akhirat nanti. Sungguh buruk sangka adalah perilaku tercela yang harus kita hindari berbaik sangka akan menjadikan hidup kita tenang nyaman dan harmonis.
Manfaat beramal sholeh
1. Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah SWT
2. Diberi tambahan petunjuk
3. Diberi kehidupan yang baik dan layak
4. Dihapuskan dosa dosanya
5. Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat
Manfaat baik sangka
1. Hidup menjadi tenang dan optimis
2. Yakin bahwa terdapat hikmah dibalik segala penderitaan dan kegagalan
3. Membentuk pribadi yang tangguh
4. Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5. Menjadikan seseorang kreatif
6. Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa
7. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik
8. Terhindar dari penyelesaian dalam hubungan dengan sesama
9. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain
10. Hidup selalu harmonis
Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya. Tanamkanlah dalam diri kalian semangat untuk beramal saleh. Jadikanlah diri kalian sebagai pribadi yang berakhlak mulia. Berbaik sangkalah kepada Allah Swt. bahwa Allah Swt. akan selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang saleh.
ReplyTahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)
Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :
1) beriman kepada Allah Swt.
2) beramal saleh atau amal kebajikan
3) saling menasihati untuk kebenaran
4) saling menasihati untuk kesabaran
Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.
Nama:Talitha Kyanizka Anindya
Kelas:8B
Saya sudah membaca
ReplyNama: neza maulana iskandar
Kelas: 8b
Nama: syifa Rahmawati
ReplyKelas:8b
Ingatlah, bawa hidup di alam dunia hanya sementara sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal akhirat nanti. Sungguh buruk sangka adalah perilaku tercela yang harus kita hindari berbaik sangka akan menjadikan hidup kita tenang nyaman dan harmonis.
Manfaat beramal sholeh
1. Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah SWT
2. Diberi tambahan petunjuk
3. Diberi kehidupan yang baik dan layak
4. Dihapuskan dosa dosanya
5. Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat
Manfaat baik sangka
1. Hidup menjadi tenang dan optimis
2. Yakin bahwa terdapat hikmah dibalik segala penderitaan dan kegagalan
3. Membentuk pribadi yang tangguh
4. Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5. Menjadikan seseorang kreatif
6. Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa
7. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik
8. Terhindar dari penyelesaian dalam hubungan dengan sesama
9. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain
10. Hidup selalu harmonis
Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhirat.
ReplySungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya.
Wahai generasi muslim yang cerdas, setiap amal saleh yang kalian lakukan akan mendapat balasan berupa pahala dari Allah Swt. Sekecil apapun amal kalian sungguh Allah Swt. akan membalas dengan seadil-adilnya. Janganlah kalian meremehkan amal saleh yang kelihatannya kecil dan sederhana seperti tersenyum saat bertemu dengan teman di sekolah. Sebab nilai amal terletak pada keikhlasannya bukan banyak atau sedikitnya. Sedangkan yang mengetahui kadar keikhlasan hanya Allah Swt. semata.
Wahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu :
Reply1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia.
NAMA: ZAHROTUL AIRIN
KELAS : 8B
Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhiratakhirat.
Reply1. Mari Memahami Amal Saleh
Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)
Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :
1) beriman kepada Allah Swt.
2) beramal saleh atau amal kebajikan
3) saling menasihati untuk kebenaran
4) saling menasihati untuk kesabaran
Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah.
Nama :Noviyanti Kirani Putri
Kelas:8B
ReplyKata amal sholeh berasal dari kata "Amilus" yang artinya segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, Al-Quran serta As-Sunnah.
Antara iman dan amal sholeh merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal sholeh, keimanannya tidak ada artinya.
Seseorang yang beramal sholeh, tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah SWT.
Allah SWT. menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal berikut:
√ Beriman kepada Allah SWT.
√ Beramal sholeh
√ Saling menasihati untuk kebenaran
√ Saling menasihati dalam untuk kesabaran
Kebalikan dari amal sholeh adalah amal sayyi'ah. Amal sayyi'ah adalah amal yang mendatangkan mudarat bagi pelakunya maupun orang lain. Setiap yang kita lakukan akan dinilai dan dipertanggungjawabkan meskipun sangat kecil.
Suatu amal sholeh akan sah jika memenuhi syarat berikut ini:
√ Amal sholeh dilakukan dengan mengetahui ilmunya.
√ Amal sholeh dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah SWT.
√ Amal sholeh hendaknya dikerjakan sesuai petunjuk Al-Qur'an dan Hadis.
Amal sholeh dibagi menjadi 3 kategori:
1. Amal sholeh terhadap Allah SWT.
2. Amal sholeh terhadap sesama manusia.
3. Amal sholeh terhadap lingkungan.
Manfaat dari beramal sholeh:
- Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah SWT.
- Diberi tambahan petunjuk.
- Diberi kehidupan yang baik dan layak.
- Dihapuskan dosa-dosanya.
- Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat.
B. Berbaik Sangka
Nama lain dari berbaik sangka adalah Husnudzon. Lawan dari husnudzon adalh su'udzon (buruk sangka).
Berbaik sangka ada tiga macam yaitu:
1. Berbaik sangka kepada Allah SWT.
2. Berbaik sangka kepada diri sendiri
3. Berbaik sangka kepada orang lain.
Manfaat berbaik sangka yaitu:
- Hidup menjadi tenang dan optimis.
- Yakin bahwa ada hikmah dibalik segala penderitaan dan kegagalan.
- Membentuk pribadi yang tangguh.
- Menjadikan seseorang teguh pendirian.
- Menjadi seseorang yang kreatif.
- Tidak mudah putus asa.
- Terhindar dari penyesalan.
- Selalu senang dan bahagia aras kebahagian orang lain.
Nama : SEVI ANDRIYANI
Kelas: 8B
amal saleh ada tiga macam, yaitu :
Reply1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan selama di dunia.
Hendri Kurniansyah
Kelas VIIIA
1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
Reply2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :
“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)
NAMA:Shofie Sulistya Ningrum
KELAS:8A
Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya. Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan amal saleh? Untuk mengetahui pengertian amal saleh, perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3 berikut ini:
Replyاِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“ Sungguh manusia berada dalam kerugian (2). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3).” (Q.S. al-‘Ashr/103: 2-3)
Ayat tersebut menegaskan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang melakukan empat hal, yaitu :
1) beriman kepada Allah Swt.
2) beramal saleh atau amal kebajikan
3) saling menasihati untuk kebenaran
4) saling menasihati untuk kesabaran
Nama:REYHAN ERVANDRA
KELAS:8A
1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
Reply2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia.
1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
Reply2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia.
Naila Dita Ramadhani
8A
Nama: putri awalina zaen
ReplyKelas: 8B
amal soleh adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh individu dalam menjalankan perintah Allah. husnuzan adalah sikap mental dan cara pandang yang menyebabkan seseorang melihat sesuatu secara positif/melihat dari sisi positif
sudah baca
Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.
ReplyKebalikan dari amal saleh adalah amal sayyi’ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain. Sungguh rugi seseorang yang berbuat buruk di dunia ini, padahal dunia ini adalah ladang amal untuk kehidupan akhirat. Setiap amal baik atau buruk meskipun sangat kecil tetap akan mendapat balasan yang adil dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat az-Zalzalah/99: 7-8 :
Nama:muhammad rasya Kata amal saleh berasal dari kata “amilu”, yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur’an serta as-Sunnah. Antara iman dan amal saleh merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Seseorang yang beriman tanpa diikuti amal saleh, maka keimanannya tidak ada artinya. Sebaliknya, amal saleh tanpa didasari iman yang benar maka amalnya tidak ada nilainya di hadapan Allah Swt. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.
ReplyKebalikan dari amal saleh adalah amal sayyi’ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain. Sungguh rugi seseorang yang berbuat buruk di dunia ini, padahal dunia ini adalah ladang amal untuk kehidupan akhirat. Setiap amal baik atau buruk meskipun sangat kecil tetap akan mendapat balasan yang adil dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam surat az-Zalzalah/99: 7-8 :
Nama : Wulan Suci Ramadani
ReplyKelas : 8a
1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :
“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)
amal saleh ada tiga macam, yaitu :
Reply1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan selama di dunia.
Nama:yudafariszal
Kls:8a
Suatu amal saleh akan sah jika memenuhi syarat sebagai berikut:
Replya. Amal saleh dilakukan dengan mengetahui ilmunya.
b. Amal saleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah Swt.
c. Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan petunjuk al-Qur’an dan Hadis.
Wahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu :
1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Seseorang yang beramal saleh akan memperoleh manfaat sebagai berikut :
1) Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt.
Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Maidah/5: 9 yang artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”
2) Diberi tambahan petunjuk.
Hal ini sesuai dengan Q.S. Maryam/19: 76 yang artinya: “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.”
3) Diberi kehidupan yang baik dan layak.
Hal ini sesuai dengan Q.S. an-Nahl/16: 97 yang artinya: “Siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
4) Dihapuskan dosa-dosanya.
Hal ini sesuai dengan Q.S. al-Ankabut/29: 7 yang artinya: “Dan orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”
5) Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat.
Hal ini sesuai dengan Q.S. al-‘Asr/103: 1-3 : “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.”
Nama:Saffanah Jahirah
Kelas:8A
A. Mari Renungkan
ReplyIngatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya. Allah Swt. memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di akhirat. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhirat.
Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya.
Wahai generasi muslim yang cerdas, setiap amal saleh yang kalian lakukan akan mendapat balasan berupa pahala dari Allah Swt. Sekecil apapun amal kalian sungguh Allah Swt. akan membalas dengan seadil-adilnya. Janganlah kalian meremehkan amal saleh yang kelihatannya kecil dan sederhana seperti tersenyum saat bertemu dengan teman di sekolah. Sebab nilai amal terletak pada keikhlasannya bukan banyak atau sedikitnya. Sedangkan yang mengetahui kadar keikhlasan hanya Allah Swt. semata.
Tanamkanlah dalam diri kalian semangat untuk beramal saleh. Jadikanlah diri kalian sebagai pribadi yang berakhlak mulia. Berbaik sangkalah kepada Allah Swt. bahwa Allah Swt. akan selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang saleh. Sudah siapkah kalian selalu beramal saleh mulai sekarang?
Renungkanlah, banyak kekacauan dan pertikaian terjadi akibat buruk sangka. Sungguh buruk sangka adalah perilaku tercela yang harus kita hindari. Berbaik sangka akan menjadikan hidup kita tenang, nyaman, dan harmonis. Bukankah hal ini impian setiap orang?. Oleh karena itu, mari kita membiasakan diri berbaik sangka dalam kehidupan sehari-hari.
Nama:farhan Tanjung
Kelas:7c
Menghiasi pribadi dengan berbaik sangka dan beramal sholeh
ReplyA mari renungkan
Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya, sedangkan hidup di akhir kelak. Allah. Memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan bekal hidup di. Tahukah kalian bahwa hidup di dunia merupakan ladang amal untuk kehidupan akhir.
Sesungguhnya amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah. Tidak membutuhkan amal saleh dari, sebaliknya kita yang membutuhkannya. Wahai generasi muslim yang cerdas, setiap amal saleh yang kalian lakukan akan mendapat balasan berupa pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala. Sekecil apapun amal kalian sungguh Allah subhanahu wa ta'ala. Akan membalas dengan seadil-adilnya. Kalian meremehkan amal saleh yang kelihatannya kecil dalam sederhana seperti tersenyum saat bertemu dengan teman di sekolah. Sebab nilai a terletak pada iklasnya bukan banyak atau sedikitnya. Sedangkan yang mengetahui kadar keikhlasan hanya Allah subhanahu wa ta'ala. Semata.
orang
ReplySaat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah
tidur. Umar bin Khatab r.a. berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba
untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari,
a ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah
olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah
memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan pula ia
Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis
tersebut. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu perempuan
bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim.
Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat
seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang
cacat karena luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dirinya memimpin
meninggal, cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya. Ummi Ashim
menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir
umat Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar
Ashim dengan Abdul Aziz bin Marwan lahirlah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
di era khalifah Abdul Malik bin Marwan (685 - 705 M). Dari pernikahan Ummi
Kejujuran Seorang Wanita Salihah
pria
"Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air," kata sang
ibu.
"Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak
menjual susu yang dicampur air," jawab sang anak.
"Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Yakinlah
bahwa Amirul Mukminin tidak mengetahuinya," kata sang ibu mencoba
celah
meyakinkan anaknya.
"Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari
Amirul Mukminin pasti melihatnya," tegas si anak menolak.
Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh
menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin salat Subuh.
Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata,
asia
"Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya
mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si Fulan dan
selidikilah keluarganya Ashim bin Umar bin Khattab melaksanakan perintah
ayahandanya yang tak lain memang Umar bin Khattab, Khalifah kedua yang
bergelar Amirul Mukminin. Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap
ayahnya dan mendengar ayahnya berkata, "pergi dan temuilah mereka.
Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insyaAllah ia akan
dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa.
"hikmah hikmah yng bisa di ambil"
Nama : Ester priskila
Kelas : 8A
Pernahkah kalian melihat orang atau temanmu beramal, tetapi sedikit sekali? Janganlah kalian meremehkannya atau menghina karena sedikit amalnya. Sebab nilai sebuah amal tidak semata-mata tergantung banyak atau sedikitnya, tetapi juga terletak pada keikhlasannya. Sedangkan nilai keikhlasan amal seseorang hanya Allah Swt. yang mengetahui. Allah Swt. mencintai seorang hamba yang beramal secara terus-menerus meskipun sedikit. Memang yang paling baik adalah beramal banyak serta ikhlas, dan dilakukan terus menerus. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda :
Reply“ Dar Abu Dzar Jundub Bin Junadah r.a. berkata: Nabi s.a.w. bersabda kepadaku: “janganlah sekali-kali kamu mencemooh perbuatan baik seberapa pun kecilnya, walaupun perbuatan baik itu hanya berupa penyambutan terhadap saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)
Wahai generasi muda Islam, ketahuilah bahwa amal saleh ada tiga macam, yaitu :
1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Nama : FahriDwiNugroho
Kelas : 8A
1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
Reply2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :
“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)
1) Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah Swt. dan meninggalkan larang-Nya. Contohnya adalah salat, zakat, puasa, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya
Reply2) Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia. Contohnya adalah memberikan senyuman, bersikap ramah, bertutur kata yang santun, dan menolong kaum duafa.
3) Amal saleh terhadap lingkungan alam yaitu menjaga kelestarian alam contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan mendaur ulang sampah dan melakukan penghijauan.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal. Pahala amal jariyah akan terus mengalir selama orang yang masih hidup masih dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia. Rasulullah s.a.w. bersabda :
“dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (H.R. Muslim)saudaramu dengan muka yang berseri-seri” (H.R. Muslim)
Nama:dzikri maulana
Kelas:8A
Menghiasi Pribadi dengan Berbaik Sangka dan Beramal Saleh
ReplyMANFAAT BERAMAL SALEH
Seseorang yang beramal saleh akan memperoleh manfaat sebagai berikut :
1) Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt.
2) Diberi tambahan petunjuk.
3) Diberi kehidupan yang baik dan layak.
4) Dihapuskan dosa-dosanya.
5) Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat.
Kita harus beramal saleh dan kita tidak boleh berburuk sangka dan beramal saleh akan diberikan ampunan dan pahala yang besar oleh Allah SWT . Ingatlah, bahwa hidup di alam dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selama-lamanya.
Sungguh amat disayangkan jika kesempatan hidup di dunia ini tidak digunakan sebaik-baiknya. Kelak di akhirat mereka akan menyesal karena tidak menggunakan kesempatan hidup di dunia untuk memperbanyak amal saleh. Allah Swt. tidak membutuhkan amal saleh dari kita, sebaliknya kitalah yang membutuhkannya.
Beramal saleh dalam kita semangat untuk beramal saleh. Jadikanlah diri kalian sebagai pribadi yang berakhlak mulia. Berbaik sangkalah kepada Allah Swt. bahwa Allah Swt. akan selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang saleh. Sudah siapkah kalian selalu beramal saleh mulai sekarang?
BERBAIK SANGKA
Berbaik sangka atau Husnudzon merupakan perilaku terpuji yang harus dimiliki seorang muslim. Lawan dari husnudzon adalah su’udzon atau buruk sangka. Berburuk sangka merupakan perilaku tercela yang akan mendatangkan mudarat, baik bagi pelakunya maupun orang lain. Allah Swt. melarang berburuk sangka,
Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu :
1) Berbaik sangka kepada Allah Swt.
2) Berbaik sangka kepada diri sendiri.
3) Berbaik sangka kepada orang lain.
NAMA : Dwi Rahmatunisa
KALAS : 8-A
AMAL SALEH
ReplyKata amal saleh berasal dari kata "amilus" yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain.
Amal saleh ada tiga macam, yaitu :
1. Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya
2. Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia
3. Amal saleh terhadap lingkungan alam, yaitu menjaga kelestarian alam.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal.
Manfaat beramal saleh :
1. Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt
2. Diberi tambahan petunjuk
3. Diberi kehidupan yang baik dan layak
4. Dihapuskan dosa dosanya
5. Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat.
BERBAIK SANGKA
Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu :
1. Berbaik sangka kepada Allah Swt
2. Berbaik sangka kepada diri sendiri
3. Berbaik sangka kepada orang lain
Manfaat baik sangka
1. Hidup menjadi tenang dan optimis
2. Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan
3. Membentuk pribadi yang tangguh
4. Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5. Menjadikan seseorang kreatif
6. Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa
7. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik
8. Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama
9. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain.
Azwarah Salsabil
Kelas 8A
sudah membaca.
AMAL SALEH
ReplyKata amal saleh berasal dari kata "amilus" yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain.
Amal saleh ada tiga macam, yaitu :
1. Amal saleh terhadap Allah Swt., yaitu menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya
2. Amal saleh terhadap manusia, yaitu menjalankan hak dan kewajiban terhadap sesama manusia
3. Amal saleh terhadap lingkungan alam, yaitu menjaga kelestarian alam.
Di samping tiga amal saleh tersebut ada suatu amal kebajikan yang disebut amal jariyah. Amal jariyah yaitu perbuatan kebajikan yang dilakukan secara ikhlas dengan mengharapkan rida Allah Swt. dan mendatangkan pahala bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal.
Manfaat beramal saleh :
1. Diberi ampunan dan pahala yang besar oleh Allah Swt
2. Diberi tambahan petunjuk
3. Diberi kehidupan yang baik dan layak
4. Dihapuskan dosa dosanya
5. Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat.
BERBAIK SANGKA
Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu :
1. Berbaik sangka kepada Allah Swt
2. Berbaik sangka kepada diri sendiri
3. Berbaik sangka kepada orang lain
Manfaat baik sangka
1. Hidup menjadi tenang dan optimis
2. Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan
3. Membentuk pribadi yang tangguh
4. Menjadikan seseorang teguh pendirian sebab tak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5. Menjadikan seseorang kreatif
6. Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa
7. Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik
8. Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama
9. Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain.
Farih Kesit
Kelas 8A