1. Mari Membaca Q.S. an-Nahl/16 ayat 114
Berikut ini adalah ayat-ayat yang berisi tentang perintah memakan makanan yang halal lagi baik. Bacalah dengan tartil Q.S. an-Nahl/16 ayat
اَفَغَيْرَ اللّٰهِ اَبْتَغِيْ حَكَمًا وَّهُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ اِلَيْكُمُ الْكِتٰبَ مُفَصَّلًا ۗوَالَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْلَمُوْنَ اَنَّهٗ مُنَزَّلٌ مِّنْ رَّبِّكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ – ١١٤
2. Mari Memahami Tajwid tentang Tafkhim dan Tarqiq
Hukum bacaan tafkhim dan tarrqiq dibagi menjadi dua, yaitu :
- Hukum bacaan lam
- Hukum bacaan ra’
Kedua macam hukum bacaan ini dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Hukum bacaan lam pada lafzul jalalah
1. Dibaca tebal (Lam jalalah tafkhim)
Cara ini dilakukan apabila lam jalalah berada di awal kalimat, setelah harakat fathah, atau setelah harakat dhamah. Contoh hukum bacaan lam jalalah tafkhim:
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُۗ
Lam jalalah berada di awal kalimat setelah harkat fathah dibaca tafkhim. Cara membacanya: Allahu laailaaha illa huwal khayyul qayyum.
2. Dibaca tipis (Lam jalalah tarqiq)
Cara ini dilakukan apabila lam jalalah berada setelah harakat kasrah. Contoh hukum bacaan lam jalalah dibaca tipis.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Lam jalalah setelah huruf kasroh dibaca tipis. Cara membacanya: Bismillahir rakhmaanir rakhiim.
b. Hukum bacaan Ra
1. Hukum Bacaan Ra Dibaca Tafkhim Tafkhim yaitu hukum membaca huruf Ra (ر) dengan mengucapkan secara tebal sampai memenuhi mulut ketika mengucapkannya. Hukum membaca huruf Ra (ر) dibaca tafkhim atau tebal apabila:
a. Apabila huruf Ra yang berharakat dlommah atau dhommah tanwin Contoh : الْكٰفِرُوْنَۙ - لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ
b. Ra ( ر ) sukun atau sukun karena waqaf, yang huruf sebelumnya berharakat fathah atau dhammah. Contoh: وَانْحَرْۗ - هُوَ الْاَبْتَرُ
c. Ra ( ر) sukun karena waqaf sebelumnya huruf sukun dan sebelumnya lagi huruf yang berharakat fathah atau dhammah. Contoh: وَالْفَجْرِۙ - وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ
2. Hukum Bacaan Ra Tarqiq Tarqiq yaitu hukum membaca huruf Ra dengan dibaca tipis. Hukum membaca huruf Ra dibaca tarqiq atau tipis apabila:
a. Ra yang berharakat kasrah, baik pada awal kata, pertengahan kata atau akhir kata, pada kata kerja (fiil) ataupun pada kata benda (isim). Contoh: اَلْقَارِعَةُۙ
b. Ra yang sebelumnya terdapat ya sukun ( ْي) Contoh: غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ
3. Mari Belajar Mengartikan Ayat Al-Quran, Q.S. an-Nahl/16:114
اَفَغَيْرَ اللّٰهِ اَبْتَغِيْ حَكَمًا وَّهُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ اِلَيْكُمُ الْكِتٰبَ مُفَصَّلًا ۗوَالَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْلَمُوْنَ اَنَّهٗ مُنَزَّلٌ مِّنْ رَّبِّكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ – ١١٤
“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadam; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya”. (QS. An-Nahl:114)
4. Mari Memahami Pesan-pesan Mulia dalam Q.S. an-Nahl/16:114
Seperti yang telah terdapat dalam Q.S. an-Nahl/16 : 114 yang mengandung pesan yakni perintah untuk memakan makanan yang halal lagi baik, serta mensyukuri nikmat Allah Swt. Dalam ayat ini Allah menyuruh umat Islam untuk memakan makanan dan mengkonsumsi minuman yang halal dan baik.
Halal di sini dapat ditinjau dari tiga hal, yakni halal zatnya, proses mengolahnya, dan halal cara mendapatkannya. Dampak negatif lain akibat mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram adalah dapat membuat doa seseorang tidak akan dikabulkan oleh Allah dan malas beribadah. Perhatikan hadits berikut ini yang artinya:
“Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata : Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan.” (HR. Muslim).
5. Mengamalkan dan Membiasakan Akhlak Mulia dengan Mengkonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal
Dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal lagi baik maka tubuh akan menjadi sehat, ibadah semakin rajin, dan mendapat rida dari Allah Swt. Sebagai seorang muslim hendaknya kita senantiasa berhatihati dan waspada dalam memilih makanan dan minuman. Sekarang ini tersedia beraneka jenis makanan dan minuman haram yang dikemas menarik sehingga terlihat seolah-olah menjadi halal.
Daftar Pustaka :
Ahsan Muhamad, Sumiyati, & Mustahdi. 2017. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.