Literasi Edukasi

Hidup Lebih Damai dengan Ikhlas, Sabar dan Pemaaf

 


Renungkanlah

Kita semua dapat lebih sabar, ikhlas, dan menjadi pemaaf di saat kita diuji oleh Allah Swt. dengan berbagai hal yang menyenangkan. Ujian kesulitan, kehilangan, kekurangan, musibah penyakit, atau kemiskinan adalah perkara biasa yang dihadapi oleh manusia selama hidup di dunia ini.

Mari Membaca Al-Quran

a. Membaca Al-Quran

  1. Membaca Q.S. an-Nisa/4: 146

اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَاعْتَصَمُوْا بِاللّٰهِ وَاَخْلَصُوْا دِيْنَهُمْ لِلّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَۗ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا – ١٤٦

  1. Membaca Q.S. al-Baqarah/2: 153

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ – ١٥٣

  1. Membaca Q.S. Ali-Imran/3: 134

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ – ١٣٤

b. Memahami Hukum Bacaan Nun Sukun/Tanwin

Apabila ada nun Sukun/tanwin berhadapan dengan huruf hijaiyyah, ada empat hukum bacaannya, yaitu izhar (bacaan jelas), ikhfa (bacaan samar), idgham (bacaan lebur), dan iqlab (bacaan beralih).

Secara terperinci dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Idzhar ( إ ظهاٌر )

Idzhar artinya jelas. Hurufnya ada 6, yaitu : غ خ ح ع ﻫ أ. Idzhar adalah apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu hurufnya, maka dibacanya harus jelan nunnya.
Contohnya :
مَنْ أمن ، خَيْرٌ حَسَنًا , مِنْ خَلق


2. Idgham ( إ دغام )

Idgham artinya memasukkan (huruf yang depan kepada huruf yang belakang). Hurufnya ada 6, yaitu :يَمُنَوِ لَرِ (ي م ن و ل ر)
Idgham terbagi menjadi 2, yaitu :
- Idgham Bigunnah (إ دغام بغنّة)
Artinya : dengan dengung (menahan huruf yang masuk sebanyak 2 harkat) Hurufnya ada 4, yaitu :(يمنو) ي م ن و. Idgham bigunnah adalah apabila ada huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu hurufnya, maka dibacanya harus berdengung.
Contohnya :
من يعمل , من نبيّن , خيرٌمن
- Idgham Bilagunnah ( ادغام ﺑﻼغنّة)
Artinya : tidak dengan dengung. Hurufnya ada 2, yaitu : لَ رِ . Idgham bilagunnah adalah apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu hurufnya, maka dibacanya tidak berdengung.
Contohnya :
غفورٌرحيم , خيرٌ ﻟﻪ , من رﺒﻬﻢ
Di dalam Al-Qur’an ada beberapa kata yang tidak dibaca idgham, tetapi dibaca idzhar, seperti :
ِﺻﻨْﻮَﺍنٌ، بُنْيَانٌ، اَلدُّ نْياَ، قِنْوَانٌ
Walaupun nun mati bertemu dengan huruf idgham, tetapi dalam satu kata, maka harus dibaca idzhar.

3. Ikhfa (اﺧﻑﺎﺀ)ٌََََِِ

Ikhfa artinya samar-samar. (seperti bunyi "ng" dalam bahasa Indonesia).
Hurufnya ada 15, yaitu :
ك ق ف ظ ط ض ص ش س ز ذ د ج ث ت
Ikhfa adalah apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu hurufnya, maka dibacanya samar-samar.
Ikhfa terbagi menjadi 3, yaitu :

- Ikhfa Ab’ad (أبعد )
Ab’ad artinya : jauh (yaitu jauh dari bunyi nun mati atau tanwin, disebut juga dengan sangat samar).
Hurufnya ada 2, yaitu : ق ك
Contohnya :
إن کنتم , شئ ٍقدير

- Ikhfa Autsat (أوسط)
Autsat artinya : dekat (yaitu dekat dengan bunyi nun mati atau tanwin, samar saja)
Hurufnya ada 3, yaitu : ت د ط
Contohnya :
إِنْطَلَقَ ، مِنْ دُونى، کُنْتُمْ

- Ikhfa Aqrob (أقراب)
Aqrobaa artinya : sedang (yaitu boleh sangat samar atau samar saja)
Hurufnya ada 10, yaitu :
ف ظ ض ص ش س ز ذ ج ث

Contohnya :
الْأُنْثَى صَفًّا صَفَّا , مِنْ ذَلِكَ

4. Iqlab ( إ قلبٌ )

Iqlab artinya mengganti (mengganti huruf nun ke huruf mim).
Hurufnya ada 1, yaitu : ب
Iqlab adalah apabila huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf Ba’, maka dibacanya balem.
Contohnya :
من بعد , ﺍﻷﻨﺒﻴﺂﺀ


c. Menerapkan Hukum Bacaan Mim Sukun

Jika terdapat mim sukun  bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah, maka hukum bacaannya dibagi menjadi 3 macam, yaitu

  1. Ikhfa` syafawi
  2. Idgam mimi
  3. Izhar syafawi

Untuk memahaminya secara lebih rinci, pelajarilah uraian berikut:

1. Ikhfa` Syafawi

Sebuah bacaan dapat dikatakan sebagai bacaan ikhfa’ syafawi jika ada mim sukun (مْ) yang bertemu dengan huruf ب. Cara membacanya dengung, yaitu mim sukun dibaca bergandengan dengan huruf ب. Contoh: وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ. Bacaan tersebut harus dibaca wa maa humm bimukminiin.

2. Idgam Mimi

Idgham Mimi adalah apabila mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf mim م . Cara membaca hukum bacaan ini adalah dengan memasukkan mim sukun ke dalam mim dan disertai dengan suara dengung. Contohnya: أَيْمَانُكُمْ مِنْ. Cara membacanya adalah: aimaanukummin.

3. Izhar Syafawi

Jika kita menemukan mim mati (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah selain huruf mim (م) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup. Contohnya: خَلْفِهِمْ وَعَنْ. Cara membacanya adalah: Khalfihim wa’an.

d. Mengartikan Q.S. an-Nisa/4:146/ Q.S. al-Baqarah/2: 153/ Q.S. ali-Imran/3: 134

Arti Q.S. an-Nisa/4: 146

1). Arti Mufradat (arti kata/kalimat)

LafalArtiLafalArti
اِلَّا الَّذِيْنَkecuali orang- orangفَاُولٰۤىِٕكَmaka mereka
تَابُوْاyang bertobatمَعَ الْمُؤْمِنِيْنَۗbersama orangyang beriman
وَاَصْلَحُوْاyang memperbaikidiriوَسَوْفَdi atas
وَاعْتَصَمُوْاberpegang teguhيُؤْتِ اللّٰهُAllah akanmemberikan
بِاللّٰهِagama Allah Swtاَجْرًا عَظِيْمًاpahala yang besar
وَاَخْلَصُوْا دِيْنَهُمْdengan tulus dalamberagama

2) Arti Q.S. an-Nisa/4: 146

“Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (Q.S. an-Nisa/4: 146)

Arti Q.S. al-Baqarah/2: 153

1. Arti Mufradat (arti kata/kalimat)

LafalArtiLafalArti
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنwahai orang-orangبِالصَّبْرِdengan sabar dan salat
اٰمَنُواorang yang berimanاِنَّ اللّٰهَsesungguhnya Allah Swt.
اسْتَعِيْنُوْاmohonlah pertolonganمَعَ الصّٰبِرِيْنَbeserta orang-orang yang sabar
  1. Arti Q.S. al-Baqarah/2: 153

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Alah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. al-Baqarah/2: 153

3. Arti Q.S. ali-Imran/3: 134

1. Arti Mufradat (arti kata/kalimat)

LafalArtiLafalArti
الَّذِيْنَorang-orangالْغَيْظَamarah
يُنْفِقُوْنَyang menafkahkanhartaوَالْعَافِيْنَ,dan orang yang memaafkan
فِى السَّرَّۤاءِdi waktu lapangعَنِ النَّاسِۗatas manusia
وَالضَّرَّۤاءِdan di waktu sempitوَاللّٰهُdan Allah Swt
وَالْكَاظِمِيْنَdan orang yang menahanالْمُحْسِنِيْنَۚmencintai orang yang berbuat baik
  1. Arti Q.S. ali-Imran/3:134

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Q.S. ali-Imran/3: 134

Mari Memahami Al-Quran

1. Kandungan Q.S. an-Nisa/4:146 serta Hadis Terkait

Kandungan Q.S. an-Nisa/4: 146 menjelaskan tentang keikhlasan amal seseorang. Ikhlas merupakan syarat mutlak diterimanya amal. Perhatikan firman Allah Swt. berikut.

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ – ٥

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan ¡alat dan menμnaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Q.Sal-Bayyinah/98: 5)

“Dari Ibnu Mas’ud r.a, Rasulullah saw.. bersabda: “Tiga hal yang tidak boleh hati seorang mukmin iri terhadapnya: ikhlas dalam beramal, memberi nasihat kepada pemimpin, dan melanggengkan kebersamaan dengan jamaah.” (H.R. Ahmad).

Allah Swt. berfirman:

فَادْعُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ – ١٤

 “Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).’ (Q.S. al-Mukmin/40:14)

2. Kandungan Q.S. al-Baqarah/2:153 serta Hadis Terkait

Kandungan Q.S. al-Baqarah/2:153 menjelaskan orang-orang yang sabar. Sesungguhnya Allah Swt. Beserta orang-orang yang sabar. Sabar merupakan pengendali hati untuk selalu Istiqamah dalam berbuat baik. Sayidina Ali bin Abi Thalib mengatakan.

“Sabar adalah bagian dari iman,sebagaimana kepala bagian dari tubuh ”

Sabar itu ada beberapa macam, antara lain sabar menjalankan perintah Allah Swt., menjauhi kemaksiatan atau meninggalkan larangan Allah Swt., menerima dan menghadapi musibah, menμntut ilmu pengetahuan, serta sabar dalam bekerja dan berkarya.

Kandungan Q.S. Ali-Imran/3: 134 serta Hadis Terkait

Kandungan Q.S. Ali-Imran/3:134 menjelaskan ciri-ciri orang yang taqwa yaitu selalu memaafkan orang lain. Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita untuk saling memaafkan dan meminta maaf, sebagaimana sabdanya:

“Dari Aisah dari Anas berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sambunglah tali silaturahmi kepada orang yang telah memutuskanmu dan maafkanlah orang-orang yang mendzalimimu. (H.R. Baihaqi)

Pemaaf berarti orang yang rela memberi maaf kepada orang lain. Sikap pemaaf berarti sikap suka memaafkan kesalahan orang lain tanpa sedikit pun ada rasa benci dan keinginan untuk membalasnya. Dalam bahasa Arab sikap pemaaf disebut al-‘afw yang juga memiliki arti bertambah (berlebih), penghapusan, ampun, atau anugerah.

Setiap manusia pernah melakukan kesalahan. Kesalahan dan kekhilafan adalah fitrah yang melekat pada diri manusia. Rasulullah saw. bersabda “Setiap manusia pernah melakukan kesalahan dan sebaik-baik pelaku kesalahan itu adalah orang yang segera bertobat kepada Allah Swt.”.

Perilaku Ikhlas, Sabar, dan Pemaaf

Berikut ini contoh perilaku sebagai implementasi Q.S. an-Nisa/4: 146, Q.S. al-Baqarah/2: 153 dan Q.S. ali-Imran/3: 134.

  1. Perilaku Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-hari Perilaku ikhlas sebagai penghayatan dan pengamalan Q.S. an-Nisa/4: 146 dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara:
  • - Gemar melakukan perbuatan terpuji dan tidak di pamerkan kepada orang lain;
  • Ikhlas dalam beribadah, semata-mata karena Allah Swt.;
  • - Tidak mengharapkan pujian atau sanjungan dari orang lain;
  • - Selalu berhati-hati dalam bertindak atau berperilaku;
  • - Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil;
  • - Tidak menghitung-hitung apalagi mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah diberikan kepada orang lain.
  • - Perilaku Sabar dalam Kehidupan Sehari-hari

Perilaku sabar sebagai penghayatan dan pengamalan Q.S. al-Baqarah/2: 153 dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara sebagai berikut.

Sabar dalam menjalankan perintah Allah Swt., seperti:

  1. Ketika mendengar azan segera menuju ke masjid untuk melaksanakan £alat berjamaah;
  2. Ketika bel berbunyi segera masuk kelas untuk mengikuti pelajaran;
  3. Saat orang tua memanggil, segera menghadap dan menemui agar tidak mengecewakannya

Sabar dalam menjauhi maksiat atau meninggalkan larangan Allah Swt., seperti:

  1. Ketika diajak membolos segera menolak dan menghindari teman-teman yang bersekongkol untuk membolos;
  2. Saat diajak tawuran segera menolak dan menjauhi teman-teman yang mengajaknya;
  3. Tidak cepat marah dan main hakim sendiri.

Sabar dalam menerima dan menghadapi musibah, seperti:

  1. Ketika terkena musibah sakit tidak mengeluh dan tidak putus asa untuk berusaha mencari obatnya;
  2. Ketika terkena musibah tidak mengeluh dan tidak menyalahkan Allah dan orang lain.
  3. Perilaku Pemaaf dalam Kehidupan Sehari-hari

Perilaku pemaaf sebagai penghayatan dan pengamalan Q.S. ali-Imran/3: 134 dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan:

  1. Memberikan maaf dengan ikhlas kepada orang yang meminta maaf;
  2. Meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat;
  3. Tidak memendam rasa benci dan perasaan dendam kepada orang lain.

Daftar Pustaka
Ahsan Muhamad, Sumiyati, & Mustahdi. 2017. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Related Post

Previous
Next Post »