Literasi Edukasi

Ibadah Puasa Membentuk Pribadi yang Bertaqwa

tamam badru


Mutiara Khazanah Islam

Puasa merupakan rukun Islam yang keempat. Puasa berasal dari kata “śaumu” yang artinya menahan diri dari segala sesuatu, seperti: menahan makan, minum, hawa nafsu, dan menahan dari bicara yang tidak bermanfaat. Sedangkan arti puasa menurut istilah adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan beberapa syarat tertentu, sesuai dengan Firman Allah sebagai berikut :

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ – ١٨٧

“Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.  (Q.S. al-Baqārah/2 :187)

Setiap orang yang percaya kepada Allah Swr diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadan sebagaimana Firman Allah sebagai berikut :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ – ١٨٣

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. al-Baqārah/2 : 183)

Puasa Wajib

Puasa wajib adalah, puasa yang harus dilaksanakan oleh setiap umat Islam yang sudah balig dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa. Adapun macam-macam puasa wajib ada empat yaitu :

1. Puasa Ramadan

Puasa Ramadan adalah puasa yang dilaksanakan di bulan Ramadan yang merupakan rukun Islam keempat. Puasa wajib ini mulai diperintahkan pada tahun kedua hijrah, setelah Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah. Hukumnya adalah fardu ‘ain.

Agar puasa kita menjadi lebih sempurna dan bermakna, marilah kita pahami ketentuan-ketentuannya.

Syarat wajib puasa

  1. berakal,
  2. balig, dan
  3. mampu berpuasa.

Syarat sahnya puasa

  1. beragama Islam,
  2. mumayiz (sudah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik,
  3. suci dari darah haid dan nifas, dan
  4. dalam waktu yang diperbolehkan untuk berpuasa.

Rukun puasa

a. Niat untuk berpuasa

“Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya berniat puasa Ramadan esok hari untuk menjalankan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena mentaati perintah Allah Ta’ala.”

b. Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Hal-hal yang membatalkan puasa

  1. Makan dan minum
  2. Muntah yang disengaja atau dibuat-buat
  3. Berhubungan suami istri
  4. Keluar darah haid atau nifas bagi perempuan
  5. Gila atau sakit jiwa
  6. Keluar cairan mani dengan sengaja

Hal-hal yang disunnahkan dalam puasa

  1. berdoa ketika berbuka puasa,
  2. memperbanyak sedekah,
  3. c śalat malam, termasuk śalat tarawih, dan
  4. tadarus atau membaca al-Qur’ān.

Hal-hal yang mengurangi pahala puasa

Hal yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa adalah semua perbuatan yang dilarang oleh Islam. Contohnya membicarakan kejelekkan orang lain, berbohong, mencaci maki orang lain, dan sebagainya.

Orang-orang yang boleh berbuka pada bulan Ramadan

  1. berpuasa sakitnya semakin parah. Namun, ia harus menggantikannya di hari lain apabila sudah sembuh nanti.
  2. orang yang sedang dalam perjalanan jauh. Ia pun wajib mengqada puasanya di hari lain.
  3. orang tua yang sudah lemah sehingga tidak kuat lagi untuk berpuasa. Ia wajib membayar fidyah, yakni bersedekah tiap hari  ¾ liter beras atau yang sama dengan itu kepada fakir miskin.
  4. orang yang sedang hamil dan menyusui anak. Kedua perempuan ini kalau khawatir akan menjadi mudarat kepada dirinya sendiri atau beserta anaknya mereka wajib mengqada puasanya sebagaimana orang yang sedang sakit. Kalau hanya khawatir akan menimbulkan mudarat bagi anaknya, ia wajib mengqada puasanya dan membayar fidyah kepada fakir miskin.

2. Puasa Nazar

Puasa nazar adalah puasa yang dilakukan karena mempunyai nazar (janji kebaikan yang pernah diucapkan). Puasa ini wajib dilaksanakan ketika keinginannya atau cita-citanya terpenuhi.

Adapun hukum puasa nazar adalah wajib dilaksanakan sebagaimana firman Allah Swt sebagai berikut :

خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۗ وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ  – ٧

”Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana”. (Q.S. al-Insān/76:7)

3. Puasa Qada

Puasa qada adalah puasa yang kita niatkan untuk mengganti kewajiban sesudah lewat waktunya. Sebagai contoh orang yang meninggalkan puasa karena sedang haid, berkewajiban mengganti puasa tersebut di bulan yang lainnya. Apabila meninggalkan puasanya enam hari, wajib baginya mengqada enam hari (sebanyak jumlah hari yang ditinggalkan).

4. Puasa kifarat

Puasa kifarat adalah puasa yang wajib dikerjakan karena melanggar suatu aturan yang telah ditentukan. Puasa kifarat wajib dilaksanakan apabila terjadi hal-hal berikut:

  1. Tidak mampu memenuhi nazar
  2. Berkumpul dengan istri pada siang hari di bulan Ramadan
  3. Membunuh secara tidak sengaja
  4. Melakukan zihar kepada istrinya (menyamakan istri dengan ibunya)
  5. Mencukur rambut ketika ihram
  6. Berburu ketika ihram
  7. Mengerjakan haji dan umrah dengan cara tamatu’ atau qiran

Puasa Sunnah

Selain diperintahkan untuk melaksanakan puasa wajib, kita juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Cara mengerjakannya sama seperti melaksanakan puasa Ramadan, yaitu dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Berikut ini akan diuraikan puasa yang disunnahkan untuk dilaksanakan selain puasa wajib, yaitu:

1. Puasa Syawal

Puasa ini dilaksanakan sesudah tanggal 2 Syawal. Jumlahnya ada enam hari. Cara mengerjakannya boleh dikerjakan enam hari berturut-turut atau boleh juga dilaksanakan dengan cara berselang-seling. Misalnya sehari puasa sehari tidak. Hal ini berdasarkan hadis sebagai berikut yang artinya :

“Dari Abu Ayub, dari Rasulullah saw. berkata : siapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal, yang demikian itu (pahalanya) seperti puasa setahun.” (H.R. Jama’ah kecuali Bukhari dan Nasa’i).

2. Puasa Arafah (Tanggal 9 Zulhijjah)

Puasa ini dilaksanakan ketika orang yang melaksanakan ibadah haji sedang wukuf di Padang Arafah. Sedangkan orang yang menunaikan ibadah haji tidak disunnahkan melaksanakan puasa ini.

Keistimewaan puasa Arafah ini dapat menghapus dosa selama dua tahun: yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang sebagaimana tertuang dalam Hadis berikut yang artinya:

“ Dari Abu Qatadah, nabi saw., telah berkata,” puasa hari Arafah itu menghapuskan dosa dua tahun: satu tahun yang telah lalu, dan satu tahun yang akan datang.”(H.R.Muslim)

3. Puasa Hari Senin dan Kamis

Puasa hari Senin dan Kamis adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis. Sebagaimana Hadis berikut yang artinya:

“Rasulullah bersabda : Ditempakan amal-amal umatku pada hari Senin dan Kamis dan aku senang amalku ditempakan, maka aku berpuasa”. (H.R. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Waktu yang diharamkan untuk berpuasa

  1. Hari raya Idul Fitri dan Idul Adha
  2. Hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah
  3. Hari yang diragukan (apakah sudah tanggal satu Ramadan atau belum)

Hikmah Berpuasa

  1. Meningkatkan iman dan takwa serta mendorong seseorang untuk rajin bersyukur kepada allah Swt. Ini merupakan tujuan utama orang yang berpuasa.
  2. Menumbuhkan rasa solidaritas terhadap sesama terutama kasih sayang terhadap fakir miskin.
  3. Melatih dan mendidik kesabaran dalam kehidupan sehari-hari karena orang yang berpuasa terdidik menahan kelaparan, kehausan, dan keinginan. Tentulah dengan sabar ia dapat menahan segala kesulitan tersebut.
  4. Dapat mengendalikan hawa nafsunya dari makan minum dan segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
  5. Mendidik diri sendiri untuk bersifat sidiq karena dengan berpuasa dapat menjaga diri dari sifat pendusta. Sifat ini dapat menghilangkan pahala puasa.
  6. Dengan berpuasa kita juga memberikan waktu istirahat bagi organorgan yang ada di tubuh kita. Sehingga tidak mengherankan bahwa orang yang berpuasa akan menjadi lebih sehat.

Daftar Pustaka : 

Ahsan Muhamad, Sumiyati, & Mustahdi. 2017. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.



Related Post

Previous
Next Post »

24 comments

Write comments
Badru Tamam
AUTHOR
13 Februari 2022 pukul 17.48 delete

Nama : Satria Fattahillah Heriyanto
Kelas : 8 C
Tamggal: Rabu,14-02-2022

Menurut saya beribadah di bulan ramadhan
Sangat bagus dan mendapatkan pahala yang
Berlimpah dan puasa juga harus dilaksanakan
Terutama puasa Ramadhan jika kita masih kuat
Juga bagusnya melaksanakan puasa sunah juga.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
13 Februari 2022 pukul 17.59 delete

Nama:Muhammad Totti Afandi
Kelas:8C
Tanggal:14-02-2022

Menurut saya berpuasa pada bulan Ramadhan akan mendapat banyak pahala dan jika kita melakukan puasa sunah kita juga akan mendapatkan pahala.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
13 Februari 2022 pukul 18.01 delete

NAMA: WASTIARUMSARI
KELAS: 8C
HARI/TGL:SENIN,14-02-2022

Menurut saya beribadah itu sangat bagus dan pendapat kan pahala dan puasa wajib juga harus dilakukan jika sedang haid kita harus menggantinya sedangkan puasa sunah tidak wajib dilaksanakan jika sedang haid kita tidak wajib menggantinya.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
13 Februari 2022 pukul 18.14 delete

Nama : nadzla holidya fiantika
Kelas : 8 C
Hari/Tanggal : Senin, 14-02-2022


Menurut saya memperbanyak beribadah di bulan Ramadhan itu sangat bagus dan akan mendapatkan pahala yang berlimpah. Puasa juga harus dilaksanakan, terutama puasa Ramadhan. Kita juga bisa melaksanakan puasa Sunnah jika mampu. Kalo bagi perempuan yang sedang haid puasa Ramadhan di perbolehkan untuk tidak puasa dan kita juga harus mengganti puasa yang sudah kita tinggalkan sesuai dengan kita haid di bulan Ramadhan. Kita juga bisa berpuasa Sunnah untuk memperbanyak pahala.

Reply
avatar
13 Februari 2022 pukul 18.26 delete

Nama: Zulaikha Azizah
Kelas:8C
Hari/Tanggal:Senin,14-02-2022

Melaksanakan puasa bisa menjadikan seseorang lebih bertakwa adalah karena pada dasarnya ibadah puasa adalah mengontrol diri dari semua yang membatalkan, bukan hanya makan-minum tetapi juga dari segala pikiran, ucapan dan perbuatan yang tercela. Sementara takwa sendiri adalah kondisi di mana seorang hamba senantiasa melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya karena mengharapkan pahala dan takut akan dosa.

Reply
avatar
13 Februari 2022 pukul 18.42 delete

Nama:Muhammad wildan alfurqon
Kelas:8C
Hari/Tanggal:Senin,14-02-2022

Menurut saya menjalankan puasa dibulan ramadhan adalah wajib.karena kita sebagai umat yang beragama islam harus berpuasa.puasa merupakan rukun islam yang ke empat.puasa wajib harus dilaksanakan setiap umat islam yang sudah balig dan apabila ditinggalkan akan mendapatkan dosa.

Reply
avatar
13 Februari 2022 pukul 18.55 delete

NAMA: RAFFI ANDRI SATRIA
KELAS:8-C
HARI/TANGGAL:SENIN,14-02-2022

Menurut saya memperbanyak beribadah di bulan Ramadhan itu sangat bagus dan akan mendapatkan pahala yang berlimpah DAN MENJALANKAN PUASA DI BULAN RAMADHAN ADALAH WAJIB,PUASA HARUS WAJIB DI LAKSANAKAN SETIAP UMAT ISLAM YANG SUDAH BALIG DAN APA BILA KITA
TIDAK BERPUASA MAKA AKAN MENDAPAT KAN DOSA.

Reply
avatar
13 Februari 2022 pukul 19.13 delete

Nama : TIA UTAMI PUTRI
Kelas: 8C
Waktu: SENIN,14 FEBUARI 2022

Menurut saya memperbanyak pribadi di bulan Ramadan sangat baik dan mendapat pahala yang sangat besar dan menjalankan puasa di bulan Ramadan adalah wajib bagi setiap muslim yang sudah balik dan apabila kita tidak melaksanakannya kita akan mendapat dosa.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
13 Februari 2022 pukul 19.22 delete

Nama: Mega Satya Ratu
Kelas: 8C
Waktu: Senin 14-02-2022

Menurut saya memperbanyak beribadah di bulan ramadhan sangat bagus dan di limpahkan pahalanya. Dan wajib untuk melaksanakan puasa di bulan ramadhan kecuali wanita yang sedang haid tetapi akan harus wajib menggantinya. Apabila kita tidak melaksanakannnya kita akan mendapatkan dosa.

Reply
avatar
13 Februari 2022 pukul 19.31 delete Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
avatar
13 Februari 2022 pukul 19.34 delete

Nama : Ramdan Maulana
Kls : 8C
Tanggal : 14-02-2022

Menurut saya berpuasa di bulan Ramadhan sangat bagus Dan mendapatkan pahala yang Berlimpah dan jika kita masih kuat berpuasa bagusnya melaksanakan puasa sunah juga

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
14 Februari 2022 pukul 16.39 delete

Nama: Aulia Zahrani
Kelas: 8B
Waktu: Selasa-15 -02-2022

Menurut saya memperbanyak beribadah di bulan ramadhan sangat bagus dan di limpahkan pahalanya. Dan wajib untuk melaksanakan puasa di bulan ramadhan kecuali wanita yang sedang haid tetapi akan harus wajib menggantinya. Apabila kita tidak melaksanakannnya kita akan mendapatkan dosa.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
14 Februari 2022 pukul 16.39 delete

Nama :
kelas:
tanggal:15-02-2022

Menurut saya berpuasa di bulan ramadhan sangat bagus dan mendapatkan pahala yang berlimpah juga dari Allah jika niat kita berpuasa bersungguh-sungguh

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
14 Februari 2022 pukul 16.40 delete

Nama : Aditia Ramadani
Kelas : 8b
Puasa merupakan rukun Islam yang keempat. Puasa berasal dari kata “śaumu” yang artinya menahan diri dari segala sesuatu, seperti: menahan makan, minum, hawa nafsu, dan menahan dari bicara yang tidak bermanfaat. Sedangkan arti puasa menurut istilah adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan beberapa syarat tertentu, Menurut saya memperbanyak beribadah di bulan ramadhan sangat bagus dan di limpahkan pahalanya. Dan wajib untuk melaksanakan puasa di bulan ramadhan kecuali wanita yang sedang haid tetapi akan harus wajib menggantinya

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
14 Februari 2022 pukul 16.42 delete

Nama :Fahri Afrian firdauz
kelas:8B
tanggal:15-02-2022

Menurut saya memperbanyak beribadah di bulan ramadhan sangat bagus,jika niat kita bersungguh-sungguh menjalankan ibadah puasa insyaallah kita mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
14 Februari 2022 pukul 16.44 delete

Nama : Febrina Nur Rahma
Kelas : 8B
Hari/Tanggal : Selasa,15-02-2022

menjalankan puasa dibulan ramadhan adalah wajib karena,puasa merupakan rukun islam yang ke empat.puasa wajib dilaksanakan oleh umat islam yang sudah baligh dan apabila ditinggalkan akan mendapatkan dosa.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
14 Februari 2022 pukul 16.47 delete

Nama: Ahmad Aidil Maulana Pratama
Kelas:8B
Hari/Tanggal:Selasa,15-02-2022

Melaksanakan puasa bisa menjadikan seseorang lebih bertakwa,karena pada dasarnya ibadah puasa adalah mengontrol diri dari semua yang membatalkan, bukan hanya makan-minum tetapi juga dari segala pikiran, ucapan dan perbuatan yang tercela. Sementara takwa kepada diri sendiri adalah kondisi di mana seorang hamba senantiasa melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya karena mengharapkan pahala dan takut akan dosa.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
14 Februari 2022 pukul 17.09 delete

Nama: fajar Agis Hendrawan
Kls: 8b
Hari/tanggal:Selasa-15-02-2022

Melaksanakan puasa bisa menjadikan seseorang lebih bertakwa,karena pada dasarnya ibadah puasa adalah mengontrol diri dari semua yang membatalkan, bukan hanya makan-minum tetapi juga dari segala pikiran, ucapan dan perbuatan yang tercela. Sementara takwa kepada diri sendiri adalah kondisi di mana seorang hamba senantiasa melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya karena mengharapkan pahala dan takut akan dosa.

Reply
avatar
14 Februari 2022 pukul 17.10 delete

Nama: Dewi ayu rizki
Kelas: 8B
Hari/Tanggal: Selasa,15-02-2022

Setiap orang yang mempercayai Allah SWT wajib melakukan puasa ramadhan. Puasa tersebut dapat di qadha ketika melewati waktu puasa sebagai contoh orang yang meninggalkan puasa karena sedang haid, berkewajiban mengganti puasa tersebut di bulan yang lainnya. Selain melakukan puasa wajib kita juga diperintahkan melakukan puasa Sunnah seperti puasa Senin Kamis, puasa Syawal, puasa Arafah tanggal 9 Zulhijjah. Kita juga akan mendapat hikmah jika melakukan puasa.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
14 Februari 2022 pukul 17.14 delete

Nama: Andriyan
Kelas: 8B
Waktu: Selasa-15 -02-2022

Menurut saya memperbanyak beribadah di bulan ramadhan sangat bagus dan di limpahkan pahalanya. Dan wajib untuk melaksanakan puasa di bulan ramadhan kecuali wanita yang sedang haid tetapi akan harus wajib menggantinya. Apabila kita tidak melaksanakannnya kita akan mendapatkan dosa.

Reply
avatar
Iwn
AUTHOR
14 Februari 2022 pukul 18.10 delete

Nama:Irwansyah
Kelas:8B
Tanggal:15-02-22

Menurut saya memperbanyak beribadah dibulan ramadhan sangat bagus
Jika dilaksakan dengan sebaik baiknya dan membuat manusia manusia
Lebih bertakwa kepada Allah SWT.

Reply
avatar
14 Februari 2022 pukul 18.58 delete

Nama:alif nur effendi
Kls:8b
Tang gal:15-02-22


Menurut saya memperbanyak beribadah di bulan ramadhan sangat bagus dan di limpahkan pahalanya. Dan wajib untuk melaksanakan puasa di bulan ramadhan kecuali wanita yang sedang haid tetapi akan harus wajib menggantinya. Apabila kita tidak melaksanakannnya kita akan mendapatkan dosa.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
14 Februari 2022 pukul 19.11 delete

Nama:buyung salman hakirudin
Kelas:8b
Menurut saya memperbanyak beribadah dibulan ramadhan sangat bagus
Jika dilaksakan dengan sebaik baiknya dan membuat manusia manusia
Lebih bertakwa kepada Allah SWT.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
14 Februari 2022 pukul 23.29 delete

Nama : FARRELL PRAYATA
Kelas : 8 B
Tamggal: Rabu,14-02-2022

Menurut saya beribadah di bulan ramadhan
Sangat bagus dan mendapatkan pahala yang
Berlimpah dan puasa juga harus dilaksanakan
Terutama puasa Ramadhan jika kita masih kuat
Juga bagusnya melaksanakan puasa sunah juga.

Reply
avatar